• Jelajahi

    Copyright © BENPARK - Referensi Kura-Kura, Filtrasi, Penyakit Serta Bisnis Ikan Hias
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    7 Ikan Hias yang Cocok Buat Rame-ramean Doang

    10/02/2026, 09:51 WIB Last Updated 2026-10-02T02:51:52Z

    BENPARK - Kalau kamu termasuk penghobi ikan, kemungkinan besar kamu punya akuarium berukuran cukup lega. Mulai dari tank 1 meter, 2 meter, hingga ukuran superbesar yang bisa disebut sebagai megatank.


    Akuarium sebesar itu tentu biasanya sudah dihuni ikan-ikan yang menjadi primadona, seperti Arowana, Alligator Gar, ikan Pari, hingga berbagai jenis ikan hias eksotis lainnya. Meski begitu, luasnya tank sering kali masih menyisakan beberapa bagian yang terlihat kosong.


    Daripada dibiarkan begitu saja, rasanya ingin menambahkan beberapa ikan sebagai penghuni tambahan agar suasana di dalam tank terlihat lebih hidup. Masalahnya, memilih ikan tambahan justru terkadang bikin bingung. Bukan karena kekurangan pilihan, tetapi karena ikan yang dicari memang tidak harus menjadi penghuni utama.


    Cukup ikan yang bisa berenang bersama, menambah aktivitas di dalam akuarium, dan membuat tank terlihat lebih ramai tanpa mengambil terlalu banyak perhatian.


    Nah, kalau kamu sedang mencari ikan hias yang cocok untuk sekadar rame-ramean di dalam tank, berikut beberapa jenis yang bisa dipertimbangkan.


    1. Pinktail Chalceus

    7 Ikan Hias yang Cocok Buat Rame-ramean Doang

    Di urutan pertama ada Pinktail Chalceus, ikan yang sebenarnya cukup mudah ditemukan di pasar ikan hias. Bisa jadi kamu bahkan pernah melihatnya secara langsung, hanya saja belum tahu kalau ikan tersebut bernama Pinktail Chalceus.


    Bentuk tubuhnya yang berwarna silver mengilap membuat ikan ini cukup sering mendapat julukan “Bandeng air tawar”. Sekilas memang ada kemiripan, terutama dari warna tubuh dan bentuknya yang ramping. Jadi, kalau sebelumnya kamu mengira ikan ini adalah bandeng versi air tawar, sebenarnya cukup masuk akal.


    Namun, Pinktail Chalceus punya satu bagian yang membuat tampilannya lebih menarik, yaitu ekornya yang berwarna kemerahan. Warna tersebut menjadi aksen tersendiri di dalam tank sehingga keberadaannya bukan cuma sekadar menambah jumlah ikan, tetapi juga memberikan sedikit variasi warna agar akuarium tidak terlihat terlalu monoton.


    Dari segi ukuran, Pinktail Chalceus bisa mencapai panjang sekitar 25 cm ketika dewasa. Dengan ukuran tersebut, ikan ini masih cukup menarik untuk ditempatkan pada tank berukuran 1 meter, 2 meter, atau bahkan akuarium yang jauh lebih besar.


    Untuk urusan makanan, Pinktail Chalceus di habitat alaminya diketahui memakan berbagai jenis serangga dan krustasea. Pola makan tersebut menunjukkan bahwa ikan ini memiliki karakter predator, sehingga kamu tidak bisa sembarangan mencampurkannya dengan penghuni lain.


    Terutama jika di dalam tank terdapat ikan-ikan berukuran sangat kecil seperti Neon Tetra. Ukurannya yang mungil berpotensi membuatnya justru dianggap sebagai mangsa oleh Pinktail Chalceus. Jadi, sebelum memasukkannya ke dalam community tank, pastikan ukuran dan karakter penghuni lainnya memang sesuai.


    Kemudian dari sisi habitat, Pinktail Chalceus cenderung ditemukan di perairan yang memiliki kandungan oksigen cukup tinggi. Hal ini bisa kamu jadikan acuan saat memeliharanya di akuarium. Pastikan sirkulasi air berjalan dengan baik dan kebutuhan oksigennya tercukupi agar ikan tetap nyaman.


    Menariknya, Pinktail Chalceus bukan tipe ikan yang membutuhkan banyak dekorasi. Ikan ini lebih sering menghabiskan waktunya di area tengah akuarium dan aktif berenang di ruang terbuka. Karena itu, berbagai ornamen seperti tempat persembunyian atau dekorasi yang terlalu padat sebenarnya tidak terlalu diperlukan.


    Justru, semakin luas area berenang yang tersedia, semakin leluasa Pinktail Chalceus bergerak. Jadi, kalau tujuanmu memeliharanya sebagai ikan tambahan untuk membuat tank besar terlihat lebih hidup, sisakan ruang terbuka dan jangan memenuhi akuarium dengan terlalu banyak dekorasi.


    2. Apollo Shark

    7 Ikan Hias yang Cocok Buat Rame-ramean Doang

    Berikutnya ada Apollo Shark, salah satu ikan yang mungkin masih terdengar asing bagi sebagian penghobi ikan hias. Tidak seperti Arowana atau jenis ikan populer lainnya, nama Apollo Shark memang belum terlalu sering dibicarakan.


    Hal tersebut cukup wajar karena ikan ini juga tidak selalu mudah ditemukan di pasar ikan hias. Ketersediaannya yang terbatas membuat Apollo Shark kurang begitu populer, padahal penampilannya cukup menarik untuk dijadikan penghuni tambahan di tank berukuran besar.


    Dari namanya saja sudah terdengar cukup garang karena ada kata “Shark” di belakangnya. Meski begitu, jangan langsung membayangkan ikan yang agresif. Julukan tersebut lebih menggambarkan bentuk tubuh dan gaya berenangnya yang terlihat seperti predator.


    Jika diperhatikan sekilas, bentuk Apollo Shark juga memiliki kemiripan dengan ikan Bandeng. Tubuhnya memanjang dengan bentuk agak pipih dari samping, sementara bagian punggungnya terlihat relatif lurus.


    Ciri lainnya bisa dilihat dari posisi sirip punggung dan sirip anal yang berada cukup ke belakang. Selain itu, terdapat garis hitam memanjang di bagian tengah tubuhnya, sehingga penampilannya memiliki pola yang cukup khas dan mudah dibedakan dari ikan lainnya.


    Apollo Shark juga dikenal sebagai ikan yang lebih banyak beraktivitas di lapisan permukaan air. Karakter seperti ini membuatnya sekilas mengingatkan pada Arowana yang juga sering menghabiskan waktu di bagian atas akuarium.


    Untuk makanan, Apollo Shark cenderung menyukai pakan alami, terutama serangga dan ikan berukuran kecil. Pola makannya tersebut menunjukkan bahwa ikan ini memiliki kecenderungan karnivora.


    Namun, sifat karnivoranya bukan berarti Apollo Shark otomatis menjadi ikan yang agresif terhadap semua penghuni tank. Justru, ikan ini dikenal cukup aktif dan relatif damai, sehingga bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi ruang kosong di akuarium besar.


    Satu hal yang perlu diperhatikan adalah sifat sosialnya. Apollo Shark lebih nyaman jika dipelihara dalam kelompok, bukan sendirian. Umumnya, ikan ini dapat dipelihara bersama beberapa ekor Apollo Shark lainnya, misalnya sekitar 6–12 ekor, selama ukuran tank dan kondisi pemeliharaannya mendukung.


    Memelihara beberapa ekor sekaligus juga membuat aktivitas mereka di dalam akuarium terlihat lebih menarik. Mereka akan bergerak bersama dan membuat bagian atas tank yang sebelumnya terlihat sepi menjadi jauh lebih hidup.


    Jadi, kalau kamu memiliki tank besar dan sedang mencari ikan yang bisa menambah keramaian tanpa harus menjadi pusat perhatian utama, Apollo Shark bisa menjadi salah satu pilihan. Apalagi jika kamu memang memiliki ruang yang cukup untuk memeliharanya dalam kelompok.


    3. Kaviat

    7 Ikan Hias yang Cocok Buat Rame-ramean Doang

    Masuk ke urutan ketiga, ada ikan Kaviat, yang juga cukup dikenal dengan nama Tinfoil Barb. Namun, di kalangan penghobi ikan hias Indonesia, sebutan Kaviat tampaknya jauh lebih familiar.


    Kalau kamu sering melihat tank berisi ikan predator berukuran besar, kemungkinan besar kamu juga pernah menjumpai ikan ini di dalamnya. Kaviat memang cukup sering dijadikan tankmate untuk ikan-ikan seperti Arowana, Peacock Bass, hingga Pari air tawar.


    Salah satu alasan Kaviat menarik untuk dijadikan ikan tambahan adalah urusan makanannya. Ikan ini termasuk omnivora dan cenderung oportunis, sehingga tidak terlalu pilih-pilih ketika mendapatkan makanan yang sesuai.


    Mulai dari tanaman air, pelet, cacing darah, hingga berbagai pakan lainnya bisa disantapnya. Fleksibilitas seperti ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi kamu yang ingin mengisi tank besar dengan beberapa jenis ikan sekaligus.


    Misalnya ketika penghuni tank sedang diberi makan pelet atau cacing darah, Kaviat tidak perlu dibuatkan menu khusus. Ia bisa ikut berebut makanan bersama ikan lainnya. Dari sinilah keberadaannya benar-benar terasa sebagai ikan yang cocok untuk meramaikan suasana akuarium.


    Dari segi ukuran, Kaviat bukan ikan kecil. Dalam kondisi pemeliharaan yang baik, ikan ini dapat tumbuh hingga sekitar 35 cm. Jadi, semakin besar tank yang kamu punya, tentu semakin leluasa pula Kaviat untuk berenang dan berkembang.


    Tank berukuran 1 meter atau lebih bisa menjadi pilihan, tetapi tetap perlu mempertimbangkan ukuran ikan ketika sudah dewasa serta jumlah penghuni di dalamnya. Jangan sampai jumlah ikan terlalu padat hanya karena ukuran akuarium terlihat besar.


    Kaviat sendiri tersedia dalam beberapa penampilan. Ada varian yang memiliki warna tubuh normal, tetapi ada pula Kaviat albino yang tampil lebih mencolok. Varian albino umumnya memiliki tubuh berwarna krem kekuningan dengan bagian ekor yang terlihat kemerahan.


    Selain warna dan pola makan, kebiasaan berenangnya juga membuat Kaviat menarik untuk dijadikan penghuni tambahan. Ikan ini lebih sering beraktivitas di bagian tengah akuarium, sehingga keberadaannya dapat mengisi area yang biasanya cukup terlihat jelas.


    Posisi tersebut cukup ideal untuk konsep tank yang ingin dibuat ramai. Bayangkan kalau ikan tambahan hanya berenang di permukaan atau justru terus berada di dasar sehingga jarang terlihat. Ruang tengah tank bisa tetap tampak kosong.


    Nah, Kaviat mengisi bagian tengah tersebut dengan aktivitas berenangnya. Karena itu, untuk tank besar yang sudah dihuni berbagai ikan predator, Kaviat bisa menjadi salah satu pilihan praktis untuk menambah keramaian sekaligus memberikan variasi warna dan gerakan di dalam akuarium.


    4. Hampala Barb

    7 Ikan Hias yang Cocok Buat Rame-ramean Doang

    Di urutan keempat ada Hampala Barb, ikan yang memiliki nama ilmiah Hampala macrolepidota. Bagi sebagian penghobi, ikan ini mungkin tidak sepopuler Arowana atau jenis predator lainnya. Namun, soal kemampuan berenang, Hampala Barb punya sesuatu yang cukup menarik.


    Kalau melihat bentuk tubuhnya, Hampala Barb sekilas seperti “roket hidup” yang siap melesat di dalam air. Kesan tersebut akan semakin terasa ketika kamu melihatnya berenang secara langsung.


    Bentuk tubuhnya memang mendukung kemampuan tersebut. Tubuh yang memanjang dan aerodinamis membuat Hampala Barb mampu bergerak dengan cepat, lincah, dan responsif. Kemampuan berenang ini bukan sekadar untuk terlihat keren, tetapi menjadi salah satu modal pentingnya ketika mencari makanan.


    Di alam liar, Hampala Barb dapat memanfaatkan kecepatannya untuk mengejar mangsa, termasuk ketika berada di perairan yang memiliki arus cukup kuat. Tidak heran jika ikan ini mampu bertahan dan berburu di lingkungan seperti sungai yang alirannya deras.


    Habitat aslinya sendiri umumnya berupa sungai dengan air yang jernih dan memiliki arus, terutama kawasan yang memiliki banyak bebatuan. Karakter habitat tersebut bisa menjadi gambaran bagi kamu ketika ingin membuat lingkungan yang lebih sesuai untuk Hampala Barb di dalam akuarium.


    Misalnya dengan menyediakan beberapa dekorasi berupa batu serta memastikan sirkulasi dan kadar oksigen di dalam tank tetap memadai. Kondisi air yang baik menjadi salah satu hal penting, terutama karena ikan ini berasal dari lingkungan perairan yang mengalir.


    Dari segi penampilan, Hampala Barb juga cukup menarik untuk dijadikan ikan tambahan. Tubuhnya yang didominasi warna keperakan dengan ekor kemerahan dapat memberikan aksen tersendiri di dalam tank. Jadi, meskipun awalnya hanya dimasukkan untuk mengisi ruang kosong, tampilannya tetap bisa membuat akuarium terlihat lebih hidup.


    Hampala Barb juga memiliki karakter predator, sehingga pola makannya perlu diperhatikan ketika mencampurkannya dengan ikan lain. Jika penghuni tank sedang mendapatkan pakan seperti ikan kecil atau cacing darah, Hampala Barb juga bisa ikut mengambil bagian.


    Dengan tubuh yang gesit, warna yang cukup mencolok, serta aktivitas berenang yang tinggi, Hampala Barb cocok untuk kamu yang ingin menambahkan ikan aktif agar tank besar tidak terlihat sepi.


    5. Red Parrot Cichlid

    7 Ikan Hias yang Cocok Buat Rame-ramean Doang

    Selanjutnya, ada Red Parrot Cichlid, ikan yang rasanya sulit untuk tidak diperhatikan ketika berada di dalam akuarium. Hampir seluruh tubuhnya didominasi warna merah yang cukup pekat, sehingga kehadirannya bisa langsung menjadi aksen warna di tengah tank.


    Menariknya, Red Parrot Cichlid sudah cukup dikenal di kalangan penghobi sebagai salah satu ikan tankmate. Ikan ini sering dimanfaatkan untuk mengisi ruang kosong sekaligus membuat akuarium yang berukuran besar terlihat lebih hidup.


    Salah satu kombinasi yang cukup sering dijumpai adalah Red Parrot Cichlid bersama Arowana. Warna merahnya memberikan kontras yang menarik ketika ditempatkan bersama ikan yang memiliki warna tubuh berbeda.


    Dalam klasifikasi, Red Parrot Cichlid termasuk kelompok Cichlid. Nama ilmiah yang sering dicantumkan untuk ikan ini adalah Amphilophus citrinellus × Paraneetroplus synspilus. Penulisan nama tersebut memang terlihat lebih panjang dibandingkan nama ilmiah ikan lainnya.


    Hal itu berkaitan dengan asal-usul Red Parrot yang merupakan ikan hasil persilangan. Karena berasal dari perkawinan dua jenis ikan, penyebutan nama ilmiahnya pun berbeda dari spesies yang terbentuk secara alami.


    Dari segi ukuran, Red Parrot Cichlid dapat tumbuh hingga sekitar 20 cm. Ukuran tersebut membuatnya relatif lebih kecil dibandingkan sejumlah ikan predator yang biasa menghuni tank besar.


    Justru karena ukurannya tidak terlalu besar, kamu bisa mempertimbangkan untuk memeliharanya dalam jumlah beberapa ekor sekaligus. Misalnya tiga ekor atau bahkan lima ekor, tentunya dengan tetap menyesuaikan jumlah ikan dengan ukuran tank, filtrasi, dan kepadatan penghuni.


    Untuk urusan makanan, Red Parrot Cichlid juga tergolong cukup fleksibel. Ikan ini dapat menerima berbagai jenis pakan seperti pelet, cacing darah, dan pakan lain yang sesuai. Jadi, kamu tidak harus selalu menyediakan menu yang rumit untuk membuatnya tetap mau makan.


    Dengan warna merah yang mencolok, ukuran yang relatif sedang, serta pola makan yang cukup fleksibel, Red Parrot Cichlid bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi ruang kosong dan membuat tank besar terasa lebih ramai.


    6. Red Hook Silver Dollar

    7 Ikan Hias yang Cocok Buat Rame-ramean Doang

    Masuk ke urutan keenam, ada Red Hook Silver Dollar. Ikan ini juga punya nama lain yang lebih ringkas, yaitu Redhook Myleus. Namanya mungkin terdengar seperti ikan yang cukup serius, tetapi sebenarnya ikan ini bisa menjadi penghuni tambahan yang menarik untuk tank berukuran besar.


    Hal yang cukup menarik dari Redhook Myleus adalah pola makannya. Ikan ini tergolong omnivora, sehingga tidak hanya mengonsumsi bahan makanan dari tumbuhan. Meski makanan nabati bisa menjadi bagian dari menu hariannya, ikan berukuran kecil juga berpotensi dimakannya jika ada kesempatan.


    Redhook Myleus merupakan bagian dari famili Serrasalmidae dan berasal dari kawasan Amerika Selatan. Secara penampilan, ikan ini memiliki ciri khas yang cukup mudah dikenali, terutama pada bagian sirip bawahnya.


    Di area tersebut terdapat warna merah yang bentuknya sekilas menyerupai pengait atau “hook”. Nah, bagian inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa ikan tersebut mendapatkan nama Red Hook Silver Dollar.


    Untuk ukurannya, Redhook Myleus dapat tumbuh hingga sekitar 39 cm. Ukuran tersebut memang sudah cukup besar untuk ukuran ikan hias, tetapi masih bisa terlihat proporsional jika ditempatkan pada akuarium berukuran 1 meter atau lebih, tentunya dengan memperhatikan ukuran ikan ketika dewasa dan kepadatan penghuni tank.


    Dari sisi perawatan, urusan makanan juga relatif praktis. Redhook Myleus dapat diberi pakan seperti pelet dan cacing darah, sehingga kamu tidak perlu repot menyiapkan menu yang terlalu rumit.


    Kemudahan dalam menerima pakan menjadi salah satu alasan ikan ini menarik untuk dipertimbangkan sebagai penghuni tambahan. Apalagi jika tujuan utamanya memang bukan menjadikan ikan tersebut sebagai bintang utama, melainkan sekadar mengisi ruang kosong dan membuat tank besar terlihat lebih ramai.


    Dengan bentuk tubuh khas Silver Dollar, aksen merah pada sirip, serta pola makan yang cukup fleksibel, Red Hook Silver Dollar bisa menjadi salah satu opsi untuk menambah variasi penghuni di dalam akuarium besar.


    7. Black-barred Silver Dollar

    7 Ikan Hias yang Cocok Buat Rame-ramean Doang

    Sampailah kita di pilihan terakhir, yaitu Black-barred Silver Dollar. Kalau diperhatikan sekilas, ikan ini memang punya tampilan yang cukup mirip dengan Redhook Myleus yang sudah dibahas sebelumnya. Sama-sama memiliki bentuk tubuh khas Silver Dollar yang terlihat pipih dan membulat.


    Namun, kalau dilihat lebih teliti, ada ciri yang membuat Black-barred Silver Dollar lebih mudah dibedakan. Pada bagian samping tubuhnya terdapat garis hitam lurus yang menjadi salah satu karakteristik utamanya.


    Ikan ini juga cukup unik karena memiliki beberapa nama lain. Kamu mungkin pernah mendengarnya dengan sebutan Disk Tetra, Disk Pacu, atau Black-ear Pacu. Namun, dalam dunia ikan hias, ikan ini lebih sering dikaitkan dengan nama ilmiahnya, yaitu Myloplus schomburgkii.


    Bentuk tubuhnya yang membulat menyerupai koin menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Ditambah dengan corak tubuhnya yang khas, ikan ini bisa memberikan variasi visual ketika dimasukkan ke dalam tank besar yang sudah dihuni berbagai jenis ikan.


    Bukan hanya soal penampilan, Black-barred Silver Dollar juga dikenal memiliki karakter yang relatif damai. Ikan ini semakin menarik untuk dipelihara ketika ditempatkan dalam kelompok, baik bersama ikan sejenis maupun dengan penghuni lain yang memiliki karakter dan ukuran yang sesuai.


    Untuk urusan makanan, Black-barred Silver Dollar lebih menyukai pelet dan bahan makanan berbasis tumbuhan. Hal tersebut sejalan dengan karakter herbivoranya. Di habitatnya, ikan herbivora umumnya memanfaatkan berbagai sumber makanan nabati seperti tumbuhan, alga, dan material tumbuhan lainnya.


    Dari segi ukuran, ikan ini juga tidak sebesar beberapa penghuni tank lainnya. Berdasarkan informasi yang dicantumkan Seriously Fish, Myloplus schomburgkii dapat mencapai ukuran sekitar 12 cm. Ukuran tersebut tentunya jauh lebih kecil dibandingkan beberapa ikan sebelumnya dalam daftar ini.


    Karena ukurannya relatif kecil dan sifatnya yang aktif berenang, Black-barred Silver Dollar dapat menjadi pilihan untuk mengisi ruang kosong di tank berukuran 1 meter atau lebih. Dengan area berenang yang luas, ikan ini bisa bergerak dengan lebih leluasa sekaligus membuat akuarium terlihat semakin hidup.


    Jadi, kalau kamu sedang mencari ikan yang tidak terlalu besar, punya corak khas, dan cenderung damai untuk sekadar meramaikan tank, Black-barred Silver Dollar bisa masuk dalam daftar pertimbangan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Bisnis

    +