BENPARK – Aquascape kini semakin populer dan banyak diminati oleh para pecinta ikan hias. Tren ini juga semakin dikenal luas setelah beberapa figur publik, salah satunya Irfan Hakim, memperlihatkan proyek megatank dengan konsep aquascape yang menarik perhatian banyak orang.
Tidak heran jika setelah itu semakin banyak orang tertarik mencoba membuat aquascape sendiri di rumah. Namun, membuat aquascape ternyata bukan hanya soal menata tanaman, batu, dan kayu agar terlihat indah. Pemilihan ikan yang akan menghuninya juga perlu diperhatikan.
Pasalnya, tidak semua jenis ikan hias cocok ditempatkan di dalam aquascape. Beberapa ikan memiliki karakter, ukuran tubuh, atau kebiasaan tertentu yang justru dapat merusak tanaman dan mengganggu keseimbangan ekosistem di dalam akuarium.
Lantas, ikan hias apa saja yang sebaiknya tidak dipelihara dalam aquascape? Berikut 5 jenis ikan yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memasukkannya ke dalam aquascape.
1. Catfish
Jenis ikan pertama yang sebaiknya dipertimbangkan kembali untuk aquascape adalah Catfish atau lele. Ikan dari kelompok ini memang cukup populer sebagai ikan hias dan banyak dipelihara karena memiliki bentuk serta karakter yang menarik.
Namun, Catfish bukan pilihan yang ideal untuk aquascape. Salah satu alasannya adalah perilakunya yang terkadang cukup aktif dan tidak bisa diam. Ikan ini dapat bergerak kesana-kemari, menyenggol berbagai benda, bahkan mengaduk bagian dasar akuarium saat sedang mencari makanan atau menjelajah.
Jika ditempatkan di aquascape yang dipenuhi tanaman, batu, dan kayu yang sudah ditata dengan rapi, aktivitas tersebut berpotensi membuat susunan dekorasi berubah. Tanaman bisa tercabut, substrat berantakan, atau hardscape bergeser dari posisi semula.
Sayang sekali, bukan? Aquascape yang sudah ditata sedemikian rupa bisa berantakan hanya karena ikan yang terlalu aktif bergerak. Karena itu, Catfish perlu dipilih dengan lebih selektif jika ingin dipelihara dalam akuarium bertema aquascape.
2. Palmas
Di posisi kedua ada ikan Palmas, yang juga termasuk jenis ikan yang perlu dipertimbangkan sebelum dimasukkan ke dalam aquascape. Karakternya memiliki beberapa kemiripan dengan Catfish, terutama dalam hal kebiasaan bergerak dan mencari tempat berlindung.
Dengan bentuk tubuhnya yang panjang dan cukup besar, Palmas berpotensi mengganggu susunan hardscape maupun tanaman yang sudah ditata dengan rapi. Apalagi ikan ini senang menjelajah bagian dasar akuarium dan mencari celah untuk bersembunyi.
Sebenarnya, Palmas lebih menyukai akuarium dengan banyak area persembunyian daripada aquascape yang mengutamakan komposisi tanaman dan hardscape. Jadi, meskipun terlihat menarik, ikan ini bukan pilihan yang terlalu ideal jika tujuan utama kamu adalah mempertahankan aquascape tetap rapi.
Belum lagi kalau di dalam aquascape terdapat udang air tawar. Udang bisa menjadi mangsa Palmas, sehingga keberadaannya berisiko membuat penghuni kecil tersebut hilang satu per satu. Jadi, sebelum memasukkan Palmas ke aquascape, sebaiknya pikirkan kembali kompatibilitasnya dengan kondisi dan penghuni akuarium.
3. Oscar
Selanjutnya ada ikan Oscar, salah satu anggota keluarga Cichlid yang cukup populer di kalangan penghobi ikan hias. Secara umum, beberapa jenis Cichlid memang bisa menjadi penghuni aquascape yang menarik, seperti African Cichlid, Manfish, hingga Discus.
Namun, ikan Oscar memiliki karakter yang berbeda. Ikan ini dikenal cukup aktif dan terkadang agresif, terutama ketika berinteraksi dengan ikan lain maupun lingkungan di sekitarnya. Kebiasaannya tersebut bisa menjadi masalah jika Oscar ditempatkan di dalam aquascape yang dipenuhi tanaman dan hardscape.
Tanaman maupun dekorasi akuarium berisiko terganggu akibat aktivitas Oscar. Belum lagi jika ada ikan berukuran lebih kecil yang menjadi penghuni akuarium, karena Oscar berpotensi mengejar atau memangsa mereka.
Jadi, meskipun Oscar terlihat gagah dan menarik untuk dipelihara, ikan ini bukan pilihan terbaik untuk aquascape. Masih banyak jenis ikan hias lain yang lebih tenang dan kompatibel untuk menjaga keindahan serta keseimbangan aquascape kamu.
4. Arowana
Di urutan keempat ada ikan Arowana, salah satu ikan hias yang terkenal karena penampilannya yang elegan dan memikat. Bentuk tubuhnya yang panjang serta gerakannya yang anggun membuat ikan ini menjadi favorit banyak penghobi.
Namun, keindahan Arowana belum tentu menjadikannya pilihan yang tepat untuk aquascape. Akuarium dengan banyak elemen hardscape, terutama kayu atau dekorasi yang memiliki bagian tajam, justru bisa meningkatkan risiko ikan mengalami luka atau goresan ketika berenang.
Arowana juga dapat bergerak cukup cepat ketika merasa terkejut atau panik. Gerakan mendadak tersebut berpotensi membuat tanaman, substrat, maupun dekorasi di dalam aquascape menjadi berantakan. Apalagi jika ukuran akuariumnya terbatas dan ruang geraknya tidak cukup luas.
Karena itu, meskipun Arowana terlihat sangat cocok secara visual untuk menghiasi akuarium, kebutuhan dan karakternya membuat ikan ini kurang ideal untuk aquascape. Lebih baik pilih ikan yang memang sesuai dengan konsep serta kondisi akuarium agar keduanya tetap nyaman.
5. Pari air tawar
Terakhir, ada ikan Pari air tawar. Ikan ini termasuk penghuni dasar akuarium yang membutuhkan area cukup luas untuk bergerak dan menjelajah. Karena itu, kebutuhan ruangnya menjadi salah satu alasan mengapa Pari air tawar kurang ideal jika ditempatkan dalam aquascape.
Pari air tawar juga cukup aktif berenang di bagian dasar. Jika ruang geraknya dipenuhi tanaman, batu, kayu, maupun berbagai dekorasi aquascape, ikan ini tentu akan lebih sulit bergerak dengan leluasa. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko tubuhnya terkena bagian hardscape yang tajam.
Di sisi lain, bukan hanya ikan yang berpotensi mengalami masalah. Aktivitas Pari saat berenang dan bergerak di dasar akuarium juga bisa menggeser substrat atau mengganggu susunan hardscape yang sudah dibuat dengan susah payah.
Jadi, meskipun Pari air tawar memiliki bentuk yang unik dan menarik, ikan ini lebih membutuhkan akuarium dengan area dasar yang lapang daripada tank yang penuh dengan elemen aquascape. Dengan begitu, ikan bisa bergerak lebih nyaman tanpa harus mengorbankan kesehatan maupun keindahan dekorasi akuarium.




