BENPARK - Bagi kamu yang gemar menonton YouTube, khususnya konten seputar dunia ikan hias dan sistem filtrasi, nama Giovandi Suhendi mungkin sudah tidak asing lagi.
Giovandi Suhendi dikenal sebagai kreator konten yang banyak membahas tentang ikan, perawatan, hingga sistem filtrasi. Jika kamu mengikuti kontennya lebih jauh, kamu akan menemukan beragam jenis ikan yang dipeliharanya, mulai dari ikan berukuran besar hingga berbagai ikan predator yang menarik perhatian.
Salah satu daya tarik utama dari koleksi ikan Giovandi adalah megatank berukuran besar yang menjadi tempat tinggal berbagai ikan monster miliknya. Akuarium raksasa ini tentu menjadi pemandangan yang menarik bagi para pencinta ikan predator.
Menariknya, dari sekian banyak ikan yang ia pelihara, terdapat tujuh ikan yang menjadi favorit Giovandi. Penasaran ikan apa saja yang masuk dalam daftar tersebut? Yuk, simak pembahasannya berikut ini.
1. Pari
Di posisi pertama, ikan pari menjadi jenis ikan yang paling disukai oleh Giovandi Suhendi. Bukan sembarang pari, melainkan pari air tawar yang memiliki bentuk tubuh unik dan daya tarik tersendiri.
Pilihan ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Jika kamu memperhatikan akun Instagram miliknya, terdapat petunjuk menarik yang bisa ditemukan, yaitu nama akun yang menggunakan identitas mystingray. Nama tersebut seolah menunjukkan betapa besarnya ketertarikan Giovandi terhadap ikan pari.
Melihat hal itu, tidak heran jika ikan pari menjadi salah satu ikan favoritnya. Apalagi, ikan ini memang mempunyai penampilan yang berbeda dibandingkan jenis ikan lainnya. Tubuhnya yang pipih dan melebar menyerupai piring terbang membuat ikan pari terlihat unik ketika berenang di dalam air.
Keunikan tersebut tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta ikan hias. Tidak sedikit penghobi yang tertarik untuk memelihara pari air tawar karena bentuk tubuhnya yang khas dan gerakan renangnya yang terlihat anggun.
Namun, memelihara ikan pari tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ikan ini cukup sensitif terhadap perubahan kualitas air sehingga membutuhkan lingkungan yang stabil dan perawatan yang tepat. Oleh karena itu, jika kamu tertarik untuk memeliharanya, pastikan kondisi air selalu terjaga dan kebutuhan hidupnya terpenuhi dengan baik.
2. Red Tail Catfish Platinum
Berikutnya, di posisi kedua terdapat Red Tail Catfish Platinum, salah satu ikan yang menarik perhatian dalam koleksi Giovandi Suhendi. Ikan yang kerap disingkat RTC Platinum ini juga termasuk koleksi ikan dengan harga relatif tinggi yang dimilikinya.
Nilai jual ikan ini tidak lepas dari keistimewaan genetik platinum yang membuat penampilannya berbeda dari Red Tail Catfish pada umumnya. Karakteristik warna yang khas menjadi salah satu daya tariknya, sekaligus faktor yang membuat ikan dengan genetik tersebut memiliki harga lebih mahal dibandingkan varietas biasa.
Menariknya, Giovandi ternyata bukan penggemar Red Tail Catfish secara umum. Namun, ada pengecualian untuk varian platinum ini. Penampilannya yang unik justru membuatnya tertarik dan menyukai ikan tersebut.
Kalau diperhatikan lebih dekat, RTC Platinum memang memiliki daya tarik tersendiri. Warna tubuhnya yang khas memberikan kesan berbeda, sehingga terlihat menarik ketika berenang di dalam akuarium. Tidak mengherankan jika ikan ini mampu mencuri perhatian, bahkan dari orang yang biasanya kurang menyukai jenis Red Tail Catfish.
Ketertarikan Giovandi terhadap ikan ini juga terlihat dari konten unboxing Red Tail Catfish Platinum yang diunggahnya sekitar sebulan sebelum artikel ini ditulis. Kehadiran ikan tersebut tentu menambah keseruan bagi para penggemar yang mengikuti perkembangan koleksi ikannya.
Nah, bagaimana menurutmu? Apakah Red Tail Catfish Platinum ini juga termasuk ikan yang ingin kamu pelihara? Atau justru ada jenis ikan lain yang lebih menarik perhatianmu?
3. Peacock Bass
Beranjak ke posisi ketiga, ada ikan Peacock Bass yang juga masuk dalam daftar ikan favorit Giovandi Suhendi. Menariknya, ketertarikannya terhadap ikan ini tidak terbatas pada satu jenis saja, melainkan mencakup berbagai varian Peacock Bass.
Bagi para pencinta ikan predator, Peacock Bass tentu bukan nama yang asing. Ikan ini memiliki beragam jenis dengan karakteristik dan corak warna yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya adalah Orinoco, Monoculus, dan Temensis. Masing-masing varian mempunyai keunikan tersendiri yang membuatnya menarik untuk dipelihara.
Namun, daya tarik Peacock Bass bagi Giovandi ternyata bukan sekadar penampilan fisiknya. Salah satu hal yang membuatnya menyukai ikan predator ini adalah sensasi ketika memberikan makanan. Perilaku berburu Peacock Bass yang agresif dan responsnya saat menyambar mangsa menjadi pengalaman tersendiri bagi pemiliknya.
Sebagai ikan predator, Peacock Bass dikenal memiliki kemampuan berburu yang mengesankan. Gerakannya yang cepat dan lincah membuat ikan ini mampu mengejar mangsa dengan cekatan. Ditambah lagi, bentuk mulutnya mendukung kemampuan untuk menangkap dan menelan mangsa, sehingga proses berburu menjadi salah satu hal menarik untuk diamati.
Tidak heran jika perilaku tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para penghobi ikan predator, termasuk Giovandi Suhendi. Momen ketika Peacock Bass menyambar makanan bisa memberikan sensasi yang berbeda dibandingkan saat memberi makan ikan hias biasa.
Kalau menurutmu sendiri bagaimana? Apakah kamu juga tertarik memelihara Peacock Bass karena perilaku predatornya yang agresif, atau justru lebih menyukai ikan dengan karakter yang berbeda?
4. Channa Marulioides
Memasuki urutan keempat, ada Channa Marulioides yang juga dikenal dengan sebutan Channa Maru. Popularitas ikan predator ini belakangan semakin meningkat di kalangan penghobi ikan hias. Tidak mengherankan jika Giovandi Suhendi turut menaruh perhatian pada ikan yang satu ini.
Channa Marulioides merupakan salah satu spesies ikan gabus yang mempunyai karakteristik khas. Selain dikenal sebagai predator dengan perilaku teritorial, ikan ini juga memiliki penampilan yang memikat. Perpaduan bentuk tubuh, corak, dan warna yang menarik membuat Channa Maru memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencinta ikan predator.
Bukan hanya Giovandi Suhendi, ikan ini juga memiliki banyak penggemar, termasuk penulis sendiri. Channa Maru bahkan dikenal dengan nama Emperor Snakehead, sebutan yang semakin memperkuat kesan gagah dari ikan predator tersebut.
Salah satu keistimewaan Channa Marulioides terletak pada variasi warna dan coraknya yang dapat berbeda berdasarkan asal geografis atau lokalitasnya. Beberapa varian yang cukup dikenal di kalangan penghobi antara lain Channa Maru Yellow Sentarum, Red Barito, dan Red Sampit. Setiap varian memiliki ciri khas tersendiri yang membuat para kolektor tertarik untuk mengenal dan memeliharanya.
Keberagaman tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Channa Maru begitu menarik untuk dibahas. Ikan ini tidak hanya menawarkan karakter predator yang kuat, tetapi juga memperlihatkan kekayaan variasi ikan gabus yang berasal dari Indonesia.
Nah, bagaimana dengan kamu? Apakah Channa Marulioides juga termasuk ikan predator favoritmu? Jika iya, varian mana yang paling kamu sukai: Yellow Sentarum, Red Barito, atau Red Sampit?
5. Australian Lungfish
Selanjutnya, di urutan kelima, terdapat Australian Lungfish, salah satu ikan yang sempat menarik perhatian banyak penghobi karena penampilannya yang tidak biasa.
Bahkan, ikan ini pernah mendapat julukan unik berupa kecebong mahal. Sebutan tersebut muncul karena bentuk tubuhnya yang terlihat mirip dengan kecebong, tetapi memiliki nilai jual yang tergolong tinggi. Perpaduan antara penampilan yang tidak lazim dan harganya yang fantastis membuat Australian Lungfish menjadi perbincangan tersendiri di kalangan pencinta ikan.
Tidak mengherankan jika Giovandi Suhendi juga tertarik untuk memelihara ikan ini. Selain memiliki bentuk fisik yang unik, Australian Lungfish dikenal mempunyai umur yang sangat panjang. Dalam kondisi yang sesuai, ikan ini dapat hidup hingga sekitar 70–80 tahun.
Umur panjang tersebut tentu menjadi hal yang menarik untuk dibayangkan. Giovandi bahkan bisa membayangkan kemungkinan ikan peliharaannya tetap hidup hingga generasi berikutnya, sehingga suatu saat nanti perawatannya mungkin diteruskan oleh cucu atau cicitnya. Cukup menarik, bukan, jika seekor ikan bisa menemani sebuah keluarga selama puluhan tahun?
Ketertarikan terhadap Australian Lungfish ternyata bukan hanya dimiliki Giovandi. Penulis sendiri juga menganggap ikan ini memiliki daya tarik tersendiri, terutama karena bentuk tubuhnya yang unik dan usianya yang luar biasa panjang.
Menariknya lagi, Australian Lungfish ini diketahui sudah menjadi bagian dari koleksi Giovandi sejak beberapa bulan sebelumnya. Dengan keunikan fisik dan karakteristik umurnya yang panjang, tidak heran jika ikan tersebut akhirnya masuk dalam daftar ikan favoritnya.
6. Arapaima
Di posisi keenam, ada Arapaima yang menjadi salah satu ikan favorit Giovandi Suhendi. Nama ikan ini tentu sudah cukup familiar bagi para pencinta ikan predator berukuran besar. Begitu mendengar kata Arapaima, kebanyakan orang langsung membayangkan ikan raksasa dengan tubuh panjang dan penampilan yang terlihat gagah.
Ternyata, kesan tersebut juga dirasakan oleh Giovandi Suhendi. Baginya, Arapaima bukan sekadar ikan predator biasa, melainkan salah satu representasi ikan monster yang memiliki daya tarik tersendiri. Sebagai penggemar ikan predator berukuran jumbo, keberadaan Arapaima seolah menjadi bagian penting dari koleksi yang ingin dimilikinya.
Memang, ada sensasi tersendiri ketika melihat ikan sebesar Arapaima berenang di dalam kolam. Ukuran tubuhnya yang luar biasa membuat ikan ini terlihat begitu dominan dibandingkan banyak jenis ikan lainnya. Tidak heran jika Arapaima menjadi salah satu spesies yang menarik perhatian para penghobi ikan monster.
Dari segi ukuran, Arapaima dapat tumbuh hingga sekitar 3 meter, bahkan lebih dalam kondisi tertentu. Ukuran tersebut menjadikannya salah satu ikan air tawar terbesar di dunia. Di Indonesia sendiri, ada penghobi yang memelihara Arapaima di kolam pribadi dengan ukuran tubuh yang sudah mencapai lebih dari satu meter.
Namun, memelihara ikan sebesar ini tentu membutuhkan persiapan yang matang. Kolam harus memiliki ruang yang memadai, kualitas air perlu dijaga, dan kebutuhan hidup ikan harus terpenuhi seiring pertumbuhannya.
Dengan ukuran tubuh yang mengesankan dan reputasinya sebagai ikan raksasa, tidak mengherankan jika Arapaima menjadi pilihan Giovandi Suhendi. Bagi penggemar ikan predator monster, kehadiran ikan ini tentu memberikan pengalaman tersendiri.
7. Goliath Tigerfish
Menutup daftar tujuh ikan favorit Giovandi Suhendi, ada Goliath Tigerfish yang dikenal sebagai salah satu ikan predator dengan penampilan paling garang. Bagi Giovandi, ikan ini benar-benar menggambarkan sosok predator sejati yang memiliki karakteristik berbeda dari ikan pada umumnya.
Goliath Tigerfish bahkan kerap dijuluki sebagai piranha raksasa. Julukan tersebut tidak muncul tanpa alasan, mengingat ikan ini mempunyai deretan gigi tajam yang terlihat menyeramkan. Bentuk giginya yang menyerupai bilah pisau membuat penampilannya semakin mengintimidasi, terutama ketika mulutnya terbuka.
Tidak hanya mengandalkan gigi yang tajam, Goliath Tigerfish juga memiliki ukuran tubuh yang mengesankan. Ikan predator asal Afrika ini dapat tumbuh hingga lebih dari satu meter, sehingga terlihat begitu dominan ketika berenang di dalam akuarium berukuran besar.
Menariknya, Goliath Tigerfish juga menjadi salah satu penghuni megatank milik Giovandi Suhendi. Dengan bentuk tubuh yang kokoh dan gerakan renang yang penuh tenaga, ikan ini terlihat begitu gagah saat menjelajahi ruang di dalam tangki raksasa tersebut. Kehadirannya tentu menambah kesan liar dan eksotis pada koleksi ikan predator Giovandi.
Kehebatan Goliath Tigerfish tidak hanya terlihat dari penampilannya. Di habitat aslinya, ikan ini merupakan predator yang memangsa berbagai jenis hewan air. Sejumlah laporan tentang perilakunya di alam liar bahkan menyebutkan bahwa ikan ini dapat memangsa anak buaya.
Dengan kombinasi gigi tajam, tubuh berukuran besar, dan kemampuan berburu yang mengesankan, tidak heran jika Goliath Tigerfish dianggap sebagai salah satu ikan predator yang paling menarik perhatian. Bagi Giovandi Suhendi, keberadaan ikan ini tentu menjadi daya tarik tersendiri sekaligus melengkapi koleksi predator di megatank miliknya.







