• Jelajahi

    Copyright © BENPARK - Referensi Kura-Kura, Filtrasi, Penyakit Serta Bisnis Ikan Hias
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Inilah 5 Jenis Peacock Bass yang Paling Populer di Indonesia

    10/31/2026, 14:50 WIB Last Updated 2026-10-31T07:50:38Z

    BENPARK - Ikan predator yang satu ini pasti sudah cukup familiar bagi para penghobi ikan hias. Benar, dialah Peacock Bass, ikan yang memiliki bentuk tubuh menyerupai roket, mulut besar, serta tampilan yang khas. Menariknya, ikan ini juga dikenal sebagai salah satu ikan berukuran besar dalam keluarga Cichlidae.


    Peacock Bass memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta ikan predator, mulai dari pemula hingga penghobi berpengalaman. Salah satu hal yang membuatnya menarik adalah variasi harga yang cukup beragam. Ada jenis yang bisa didapatkan dengan harga relatif terjangkau, tetapi ada pula yang dibanderol mahal dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Faktor yang turut memengaruhi nilai ikan ini adalah corak dan warna tubuhnya. Umumnya, Peacock Bass dengan pola yang tegas, warna cerah, dan tampilan yang menarik lebih diminati oleh kolektor.


    Dalam penataan akuarium, Peacock Bass kerap ditempatkan sebagai ikan penghuni area tengah atau middle range. Posisi renangnya membuat ikan ini dapat mengisi ruang yang berada di antara bagian atas dan dasar akuarium. Dengan penempatan yang sesuai, keberadaannya dapat membuat tampilan akuarium terasa lebih seimbang dan hidup, sehingga tidak hanya bagian atas maupun bawah yang terlihat ramai.


    Dari sekian banyak varietas Peacock Bass yang dikenal para penghobi, ada lima jenis yang memiliki daya tarik khusus dan cukup populer di kalangan pencinta ikan predator di Indonesia. Setiap jenis mempunyai karakteristik, corak, dan pesona tersendiri yang membuatnya layak untuk dibahas. Penasaran jenis apa saja yang masuk dalam daftar tersebut? Yuk, kenali satu per satu.


    1. Peacock Bass Monoculus

    Jenis Peacock Bass Paling Populer di Indonesia

    Di posisi pertama, ada Peacock Bass Monoculus yang memiliki nama ilmiah Cichla monoculus. Jenis ini termasuk salah satu Peacock Bass yang paling populer di Indonesia. Selain tampilannya yang menarik, harganya yang relatif terjangkau membuat ikan ini banyak diminati oleh berbagai kalangan penghobi, termasuk mereka yang baru mulai memelihara ikan predator.


    Salah satu ciri yang mudah dikenali dari Peacock Bass Monoculus adalah tonjolan pada bagian dahinya. Selain itu, ikan ini memiliki warna hitam pada sirip punggung yang memanjang hingga ke bagian atas tubuhnya, sehingga memberikan tampilan yang khas dan mudah dibedakan dari beberapa jenis Peacock Bass lainnya.


    Berkat bentuk tubuh dan kepalanya yang unik, Monoculus kerap dijuluki sebagai “si roket berwajah manusia”. Sebutan roket muncul karena tubuhnya yang memanjang dan meruncing menyerupai roket. Sementara itu, tonjolan di bagian dahi membuat bentuk kepalanya terlihat unik, bahkan sekilas menyerupai wajah manusia.


    Dari segi ukuran, Peacock Bass Monoculus dapat tumbuh menjadi ikan yang cukup besar. Spesimen jenis ini dilaporkan mampu mencapai panjang sekitar 70 cm dengan bobot hingga 9 kg. Habitat alaminya tersebar di kawasan Amerika Selatan, terutama di negara Peru, Brasil, dan Kolombia. Kombinasi ukuran tubuh, karakteristik fisik, serta harga yang relatif bersahabat menjadikan Monoculus sebagai salah satu pilihan favorit di kalangan penggemar ikan predator.


    2. Peacock Bass Blue Azul

    Jenis Peacock Bass Paling Populer di Indonesia

    Selanjutnya, ada Peacock Bass Blue Azul dengan nama ilmiah Cichla piquiti. Sesuai dengan namanya, ikan predator ini memiliki daya tarik utama berupa warna biru yang menghiasi bagian tubuhnya. Bagi kamu yang menyukai ikan dengan tampilan eksotis dan sentuhan warna biru, Blue Azul bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dipelihara.


    Ciri paling menonjol dari Peacock Bass Blue Azul terletak pada warna kebiruan di bagian sirip punggung serta tepian sirip ekornya. Perpaduan warna tersebut memberikan kesan elegan sekaligus membuat penampilannya terlihat berbeda dari jenis Peacock Bass lainnya. Tak heran jika ikan ini cocok mendapat julukan “si roket bersirip biru”, berkat bentuk tubuhnya yang memanjang dan aksen biru yang menghiasi siripnya.


    Dari segi harga, Blue Azul memang umumnya membutuhkan biaya lebih besar dibandingkan jenis yang lebih ekonomis. Meski begitu, harganya masih tergolong menarik bagi penghobi yang ingin memiliki ikan predator dengan tampilan istimewa. Popularitasnya pun cukup tinggi dan mampu bersaing dengan Peacock Bass Monoculus di kalangan pencinta ikan hias predator.


    Menurut publikasi ilmiah S. O. Kullander dan E. J. G. Ferreira yang diterbitkan pada 2006, Peacock Bass Blue Azul dapat mencapai panjang sekitar 43 cm. Ikan ini berasal dari Amerika Selatan, dengan persebaran alami yang perlu dibedakan berdasarkan spesies dan wilayah habitatnya. Ukuran tubuh yang cukup besar, ditambah karakter warna biru yang khas, menjadikan Blue Azul salah satu jenis Peacock Bass yang menarik perhatian para penghobi.


    3. Peacock Bass Orinoco

    Jenis Peacock Bass Paling Populer di Indonesia

    Berikutnya, ada Peacock Bass Orinoco yang dikenal dengan nama ilmiah Cichla orinocensis. Salah satu karakteristik paling mencolok dari ikan predator ini adalah tiga pola berbentuk pita yang terlihat jelas dan tersusun secara vertikal pada kedua sisi tubuhnya. Corak tersebut menjadi ciri pembeda yang membuat Orinoco mudah dikenali oleh para penghobi ikan predator.


    Peacock Bass Orinoco juga menarik perhatian berkat perpaduan warna tubuhnya yang didominasi nuansa hijau. Meski terdapat sentuhan warna kuning hingga keemasan pada bagian tertentu, rona hijau tetap menjadi warna yang paling menonjol. Dengan tubuh yang menyerupai roket dan penampilan yang terkesan garang, ikan ini cocok mendapat julukan “si roket hijau yang agresif”.


    Dari segi ukuran, Peacock Bass Orinoco dapat tumbuh menjadi ikan predator yang cukup besar. Sejumlah catatan menyebutkan bahwa ikan ini mampu mencapai panjang sekitar 60 cm dengan bobot hingga 6,22 kg. Ukuran tersebut tentu cukup mengesankan, bahkan mendekati ukuran maksimal yang dilaporkan pada beberapa jenis Peacock Bass lainnya, seperti Monoculus yang dapat mencapai panjang sekitar 70 cm.


    Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memelihara Orinoco di dalam akuarium komunitas. Ikan ini dapat menunjukkan perilaku agresif dan teritorial, terutama ketika sudah tumbuh besar atau merasa wilayahnya terancam. Karena itu, pemilihan teman satu akuarium harus dilakukan dengan cermat. Pastikan ukuran akuarium memadai, kebutuhan ruang renang terpenuhi, dan ikan lain yang dipilih memiliki ukuran serta karakter yang sesuai. Dengan begitu, risiko konflik antarikan dapat dikurangi.


    4. Peacock Bass Kelberi

    Jenis Peacock Bass Paling Populer di Indonesia

    Memasuki urutan keempat, kita akan membahas Peacock Bass Kelberi yang memiliki nama ilmiah Cichla kelberi. Jenis ini juga cukup populer di kalangan penghobi ikan predator karena penampilannya yang khas dan warna tubuhnya yang memikat. Pesonanya tidak kalah menarik dibandingkan jenis Peacock Bass yang telah dibahas sebelumnya.


    Untuk mengenali Kelberi, kamu bisa memperhatikan warna tubuhnya yang didominasi kuning keemasan. Selain itu, terdapat bintik-bintik gelap pada bagian sisi atas tubuhnya yang menjadi salah satu ciri pembeda dari jenis lainnya. Perpaduan warna emas dan pola bintik tersebut membuat penampilannya terlihat unik sekaligus elegan.


    Berkat warna tubuhnya yang menyerupai kilauan emas, Peacock Bass Kelberi layak dijuluki sebagai “si roket berlapis emas”. Julukan ini menggambarkan kombinasi bentuk tubuhnya yang memanjang dengan warna kuning keemasan yang mencolok. Bagi kamu yang menyukai ikan predator dengan tampilan mewah, Kelberi tentu bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik.


    Dari segi ukuran, Peacock Bass Kelberi dilaporkan dapat tumbuh hingga sekitar 39 cm dengan bobot mencapai 730 gram. Ukurannya memang tidak sebesar beberapa jenis Peacock Bass lainnya, tetapi penampilannya tetap memiliki daya tarik tersendiri.


    Berbeda dengan sejumlah spesies Peacock Bass yang memiliki wilayah persebaran luas, Cichla kelberi dikenal berasal dari Brasil. Keunikan warna, corak tubuh, dan karakteristiknya menjadikan Kelberi sebagai salah satu jenis yang patut dipertimbangkan oleh para pencinta ikan predator. Jika kamu menginginkan ikan dengan nuansa warna emas yang menonjol di dalam akuarium, Peacock Bass Kelberi layak masuk dalam daftar incaranmu.


    5. Peacock Bass Temensis

    Jenis Peacock Bass Paling Populer di Indonesia

    Di urutan kelima, ada Peacock Bass Temensis, salah satu jenis ikan predator yang memiliki penampilan sangat khas. Ikan dengan nama ilmiah Cichla temensis ini mudah dikenali berkat bintik-bintik menyerupai mutiara yang tersebar di tubuhnya. Perpaduan antara warna dasar tubuh yang gelap dan pola bintik-bintik cerah membuat tampilannya terlihat kontras, eksotis, dan memikat perhatian.


    Selain dikenal sebagai Peacock Bass Temensis, ikan ini juga memiliki beberapa sebutan lain, di antaranya Speckled Peacock Bass, Speckled Pavon, Painted Pavon, dan Three-Barred Peacock Bass. Beragam nama tersebut mencerminkan karakteristik serta pola tubuhnya yang unik.


    Salah satu keunggulan Temensis terletak pada ukuran tubuhnya yang luar biasa. Ikan ini termasuk salah satu spesies Peacock Bass berukuran terbesar di Amerika Selatan. Dalam kondisi alami, panjang tubuhnya dilaporkan dapat mencapai sekitar 1 meter dengan bobot hingga 13 kg. Ukuran tersebut tentu membuatnya menjadi pilihan yang mengesankan bagi penghobi ikan predator yang menyukai ikan berpostur besar.


    Di Indonesia, Peacock Bass Temensis juga memiliki penggemar tersendiri. Popularitasnya cukup tinggi di kalangan pencinta ikan predator, terutama karena ukuran tubuh dan corak mutiaranya yang menjadi daya tarik utama. Dari sisi harga, ikan ini dapat berada di kisaran yang sebanding dengan Peacock Bass Blue Azul, meskipun harga sebenarnya bergantung pada ukuran, kualitas corak, kondisi ikan, dan ketersediaan di pasaran.


    Untuk habitat alaminya, Cichla temensis ditemukan di wilayah lembah Sungai Orinoko dan sistem perairan Rio Negro yang terhubung dengan kawasan Amazon, termasuk bagian Brasil dan Venezuela. Persebarannya berkaitan erat dengan sungai-sungai besar di Amerika Selatan yang menyediakan habitat bagi ikan predator ini.


    Dengan tubuh besar, warna gelap, serta taburan bintik menyerupai mutiara, Peacock Bass Temensis pantas mendapat julukan “si roket raksasa berbintik mutiara”. Sebutan tersebut menggambarkan dua keistimewaan utamanya sekaligus, yaitu bentuk tubuhnya yang menyerupai roket dan corak khas yang membuatnya berbeda dari jenis Peacock Bass lainnya. Tidak heran jika Temensis menjadi salah satu incaran penghobi yang menginginkan ikan predator dengan penampilan mencolok dan ukuran yang mengesankan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Bisnis

    +