BENPARK - Siapa yang tidak mengenal kura-kura yang satu ini? Ya, inilah kura-kura Ambon yang sangat terkenal. Penyu yang kerap kita jumpai di pasar-pasar. Selain memiliki harga yang terjangkau, tampaknya kura-kura Ambon juga cukup mudah untuk dirawat.


Kura-kura Ambon juga dikenal dengan sebutan Kuya Batok. Kamu memiliki pilihan untuk menyebutnya Kuya Batok atau kura-kura Ambon. Kamu bebas memilih salah satu dari keduanya. Namun dalam ulasan ini, kita akan menyebutnya dengan nama kura-kura Ambon saja, bagaimana pendapatmu?

Kuya Batok

Yuk, mari kita langsung membahas secara detail tentang kura-kura Ambon tanpa perlu basa-basi. Simak sampai akhir ya:


Klasifikasi Ilmiah


Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Testudines
Subordo : Cryptodira
Famili : Geoemydidae
Genus : Cuora
Spesies : C. amboinensis
Nama Latin/Ilmiah : Cuora amboinensis


Bentuk Fisik

Kuya Batok

Bentuk tubuh dari kura-kura Ambon atau Kuya Batok sebenarnya gampang untuk dikenali. Kepala kura-kura ini berwarna hitam dan memiliki 3 garis kuning yang sangat khas. Pertama, di sekitar pinggiran kepala di atas kening, kemudian yang kedua di pipi, dan yang ketiga di bibirnya.


Lalu, ada bagian tubuhnya yang membuat beberapa orang agak bingung, cangkang dari kura-kura Ambon agak sedikit menonjol tinggi. Kadang orang dapat menyimpulkan bahwa kura-kura ini termasuk dalam kategori kura-kura darat, tetapi sebenarnya tidak demikian. Biasanya kulit kerasnya berwarna coklat atau hitam.


Selanjutnya, ada sesuatu yang menarik dari kura-kura Ambon yang cukup unik. Apa itu? Ternyata plastron (tempurung perut) dapat dilipat secara horizontal. Tidak hanya itu, kepala dan kaki-kakinya juga mungkin bisa disembunyikan. Inilah yang memberinya kemampuan untuk melindungi diri dari serangan-serangan predator.


Penyebaran wilayah


Karena sesungguhnya, kura-kura ini adalah Southeast Asian box turtle. Dari namanya saja sudah jelas, "Southeast Asia" menunjukkan wilayah di bagian Asia Tenggara. Jadi Kuya Batok ini menyebar mulai dari Indonesia, Thailand, Myanmar, Laos, Vietnam, Malaysia, Singapura, hingga Filipina.


Namun beberapa juga dapat ditemukan di bagian Timur India, Cina, Sri Lanka, dan Bangladesh. Jangan kira hanya Ambon yang menjadi asal kura-kura ini. Mereka juga menyebar di beberapa lokasi di sekitar Indonesia, khususnya di wilayah Asia Tenggara.


Makanan

Kuya Batok

Berbagai jenis makanan kura-kura Ambon termasuk pelet, cacing darah, ikan, udang-udangan, dan kadang-kadang tumbuhan air. Dapat dikatakan bahwa kura-kura ini termasuk dalam kategori omnivora, yang berarti mereka makan berbagai macam makanan.


Kura-kura Ambon merupakan pilihan yang ideal bagi pemula. Saat masih muda, kura-kura ini dapat diberi pakan berupa pelet atau bahkan cacing darah beku. Sehingga sangat mudah untuk merawatnya. Seiring bertambahnya umur dan ukuran tubuhnya, kamu bisa memberinya makanan pelet yang beragam, seperti yang terbuat dari ikan dan udang.


Disarankan untuk menambahkan udang sebagai variasi makanan karena kandungan karotenoidnya akan sangat bermanfaat bagi kura-kura Ambon. Perlu berhati-hati karena pemberian makanan seperti udang dapat menyebabkan air cepat kotor, oleh karena itu sebaiknya segera lakukan pergantian air atau minimal menggunakan mesin filter untuk menjaga kebersihannya.


Tidak ada aturan yang khusus mengenai seberapa sering kura-kura Ambon diberi makan. Jadi sebenarnya kamu dapat memberi makan kura-kura kapan saja asalkan mereka tidak terlalu lapar atau terlalu kenyang. Kamu bisa memberinya makan sekitar dua kali sehari, di pagi dan sore hari, sebagai pedoman.


Tak masalah jika kamu sibuk dengan urusan sekolah, pekerjaan, atau kuliah. Mengapa? Kamu hanya perlu memberi makan si Kuya Batok sebelum pergi pada pagi hari, dan kemudian saat kembali pada sore hari kamu dapat memberinya makan lagi dengan jumlah yang sama.


Habitat & Karakteristik

Kuya Batok

Habitat kura-kura di Ambon terletak di wilayah yang lembab, sering ditemukan di sungai besar dan kecil, daerah rawa-rawa, dan bahkan di sawah-sawah. Oleh karena itu, penting untuk diketahui bahwa kura-kura Ambon bukanlah kura-kura yang hidup di darat, dan mereka tetap membutuhkan air untuk berendam.


Benar, perlu diperhatikan bahwa kura-kura Ambon merupakan salah satu jenis kura-kura yang hidup di habitat semi-air. Jadi, saat merawat kura-kura ini, pastikan juga memberikan area untuk berjemur (dikenal juga sebagai Basking Area).


Karakteristik dari kura-kura ini juga cukup tenang dan pendiam. Kura-kura sering terlihat sedang berada dalam keadaan diam dan tenang di suatu tempat. Tidak hanya di daratan, kura-kura ini terlihat damai dan santai bahkan saat berada di dalam air. Umumnya mereka hanya menunjukkan bagian kepalanya saja.


Temperamen

Kuya Batok

Apakah kura-kura Ambon cocok untuk dimainkan dengan anak kecil? Ya, kura-kura Ambon aman untuk diajak bermain dengan anak kecil. Kura-kura Ambon atau Kuya Batok ini sangat pemalu, jangan salah ya. Mereka merasa takut terhadap manusia juga.


Jika kamu masih merasa ragu dan takut, kamu hanya perlu memegang bagian kulit sampingnya. Dengan cara tersebut, kamu akan tetap terlindungi meskipun jika contohnya kura-kura Ambon ingin melawan dengan menggigit kamu tiba-tiba. Namun, secara umum, kura-kura ini biasanya ramah.


Catatan khusus


Menurut informasi yang dikutip dari IUCN Red List, kura-kura Ambon masuk ke dalam kategori "Vulnerable" yang artinya rentan. Dalam istilah lain, kura-kura ini rentan terhadap fluktuasi populasi mereka di habitat alami. Ayo kita semua sebagai masyarakat Indonesia bergotong-royong memelihara keberlangsungan hidup si Kuya Batok ini.