BENPARK - Di dunia kura-kura, kita biasanya akrab dengan istilah seperti Turtle dan Tortoise. Kedua sebutan ini cukup sering muncul dalam berbagai pembahasan, sehingga banyak orang sudah tidak asing lagi.
Namun, ada satu istilah lain yang justru jarang terdengar, yaitu Terrapin. Karena minim dibahas, nama ini masih terasa asing bagi banyak orang. Padahal, Terrapin juga termasuk dalam kelompok kura-kura. Lalu, sebenarnya apa itu Terrapin? Jika penasaran, simak penjelasannya berikut ini.
Sekilas tentang Terrapin
Mengacu pada situs resmi Oyster Diving, istilah “Terrapin” berasal dari bahasa Indian Algonquian yang memiliki arti “kura-kura kecil.”
Terrapin dikenal sebagai jenis kura-kura yang menghabiskan hidupnya di dua lingkungan sekaligus, yaitu daratan dan kawasan air payau berawa. Air payau inilah yang menjadi ciri utama habitat Terrapin.
Habitat tersebut membuat Terrapin berbeda dari jenis kura-kura lain yang lebih umum dikenal. Misalnya, Tortoise yang lebih banyak beraktivitas di daratan, atau Turtle yang biasanya hidup di perairan tawar seperti sungai dan danau.
Sementara itu, Terrapin justru beradaptasi di area transisi antara air tawar dan air laut, terutama di wilayah rawa-rawa pesisir. Keunikan habitat ini menjadikan Terrapin sebagai salah satu kura-kura yang menarik untuk dipelajari. Jika melihatnya langsung di habitat aslinya, pemandangan tersebut tentu terasa begitu eksotis dan memanjakan mata.
Jenis-jenis Terrapin
Di berbagai belahan dunia, terdapat beberapa jenis Terrapin yang mungkin tanpa sadar sudah pernah kamu dengar. Beberapa di antaranya adalah Diamondback terrapin, Indian pond terrapin, hingga Bengal eyed terrapin.
Menariknya, Indonesia juga memiliki spesies Terrapin asli, yaitu Painted terrapin. Jenis ini memiliki ciri khas yang sangat mencolok, terutama pada bagian kepala dengan warna merah di area dahi yang berpadu dengan tepian hitam. Penampilan unik tersebut membuatnya menjadi salah satu spesies yang membanggakan.
Selain itu, ada pula jenis Terrapin yang bukan berasal dari Indonesia tetapi cukup populer di kalangan penghobi reptil Tanah Air, yakni Diamondback terrapin. Spesies ini merupakan kura-kura endemik dari wilayah Amerika Serikat bagian timur dan Bermuda, sehingga cukup dikenal sebagai salah satu Terrapin paling ikonik di dunia.
Makanan Terrapin
Saat membahas pola makan, Terrapin tergolong hewan yang cukup fleksibel dalam memilih makanan. Di habitat alaminya, terutama di kawasan air payau, mereka dapat menemukan beragam sumber nutrisi seperti bangkai, ikan-ikan kecil, cacing laut, hingga berbagai jenis serangga. Secara umum, Terrapin lebih condong sebagai karnivora, meski sesekali juga mengonsumsi tumbuhan.
Jika kamu memelihara Terrapin di rumah, urusan pakan sebenarnya tidak terlalu rumit. Selain makanan alami, Terrapin juga dapat diberi pelet bernutrisi sebagai sumber makanan utama. Jadi, bila kamu merasa repot menyiapkan variasi pakan lain, pelet berkualitas dengan kandungan gizi seimbang sudah cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Ada di mana saja Terrapin itu?
Jenis Terrapin di dunia sangat beragam, dan persebarannya pun tersebar di banyak wilayah. Beberapa spesies dapat ditemukan di negara seperti Meksiko, Indonesia, Thailand, Kamboja, hingga Amerika Serikat. Setiap daerah memiliki karakter habitat yang berbeda, sehingga jenis Terrapin yang hidup di sana juga memiliki keunikan masing-masing.
Sebagai penutup, penting untuk diketahui bahwa Terrapin bukanlah klasifikasi taksonomi tersendiri. Istilah ini lebih merujuk pada sebutan umum untuk kura-kura tertentu yang hidup di habitat air payau atau semi-akuatik.
Secara ilmiah, berbagai spesies Terrapin justru berasal dari keluarga yang berbeda, seperti Geoemydidae dan Emydidae. Karena itu, menganggap Terrapin sebagai satu kelompok klasifikasi khusus justru bisa menimbulkan kebingungan. Itulah gambaran singkat mengenai Terrapin, semoga informasi ini menambah wawasanmu.
