BENPARK - Saat memelihara ikan hias di akuarium, sering kali muncul penghuni tak diundang yang dianggap mengganggu, yaitu keong. Meski ukurannya kecil, jumlahnya bisa berkembang sangat cepat hingga mengganggu keindahan akuarium dan membuat sebagian penghobi merasa tidak nyaman.
Banyak orang mencoba berbagai cara untuk mengurangi populasi keong, tetapi hasilnya sering kali kurang efektif karena keong mudah berkembang biak. Lantas, bagaimana cara membersihkan keong di akuarium dengan lebih praktis dan alami? Simak penjelasannya berikut.
Penyebab keong muncul
Sebelum mencari cara mengatasinya, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu mengapa keong bisa muncul di dalam akuarium. Salah satu penyebab yang paling sering terjadi adalah terbawanya telur keong dari tanaman air yang baru dimasukkan ke dalam akuarium.
Tak hanya itu, telur keong juga bisa menempel pada kantong plastik atau perlengkapan saat kamu membeli ikan hias baru. Karena ukurannya sangat kecil, telur tersebut sering kali luput dari perhatian dan akhirnya menetas di dalam akuarium.
Keong merupakan hewan dari kelompok moluska yang memiliki tubuh lunak dan dilindungi cangkang keras. Hewan ini dikenal mampu berkembang biak dengan sangat cepat, sehingga populasinya dapat meningkat drastis dalam waktu singkat apabila tidak dikendalikan.
Sisa pakan ikan yang berlebihan juga menjadi faktor utama ledakan populasi keong. Semakin banyak makanan yang tersisa di dasar akuarium, semakin mudah keong mendapatkan sumber makanan untuk tumbuh dan berkembang biak.
Gunakan ikan Fahaka Puffer
Lalu, bagaimana cara mengurangi populasi keong yang sudah terlanjur memenuhi akuarium? Salah satu solusi alami yang bisa dicoba adalah memelihara ikan predator pemakan keong.
Salah satu spesies yang terkenal efektif untuk tugas tersebut adalah Fahaka Puffer. Ikan ini memiliki bentuk tubuh yang menyerupai ikan buntal dan dikenal sangat menyukai keong sebagai salah satu makanannya.
Kemampuan Fahaka Puffer dalam memangsa keong didukung oleh susunan giginya yang sangat kuat. Gigi tersebut mampu memecahkan cangkang keong dengan mudah, sehingga ikan ini dapat memakan bagian dalamnya. Karena itulah, Fahaka Puffer sering dijadikan pilihan untuk membantu mengendalikan populasi keong di akuarium secara alami.
Alternatif lainnya
Meski efektif sebagai pemakan keong, Fahaka Puffer tidak selalu cocok untuk semua jenis akuarium. Ikan ini memiliki sifat yang cukup agresif dan berpotensi menyerang atau melukai ikan lain yang hidup dalam satu akuarium. Jika dipelihara bersama ikan berukuran kecil, risikonya bahkan lebih besar karena bisa saja dianggap sebagai mangsa.
Oleh karena itu, kamu perlu mempertimbangkan cara lain untuk mengendalikan populasi keong. Jika jumlahnya masih sedikit, cara paling aman adalah mengambilnya secara manual menggunakan tangan atau pinset saat membersihkan akuarium.
Namun, apabila populasinya sudah terlalu banyak, penggunaan obat pembasmi keong bisa menjadi pilihan. Salah satu bahan yang umum digunakan adalah tembaga sulfat (copper sulfate), yang dikenal efektif membasmi siput dan keong di akuarium apabila digunakan sesuai dosis yang dianjurkan.
Saat menggunakan bahan tersebut, pastikan kamu mengikuti petunjuk pada kemasan dengan cermat. Dosis yang berlebihan dapat membahayakan ikan maupun organisme lain di dalam akuarium. Selain itu, setelah keong mati dalam jumlah banyak, segera bersihkan bangkainya agar tidak membusuk dan menurunkan kualitas air yang dapat membahayakan penghuni akuarium.

