BENPARK - Pernah melihat sungai yang berwarna hijau sehingga sulit untuk melihat isinya. Atau pernah melihat danau yang ditutupi lumut. Apa itu sebenarnya? Itu adalah fenomena yang disebut Eutrofikasi.


Apa itu Eutrofikasi?

Apa Itu Eutrofikasi

Eutrofikasi terjadi ketika aliran sungai menjadi terkontaminasi oleh limbah pertanian yang menyebabkan pertumbuhan berlebihan ganggang. Air yang Eutrofikasi adalah air yang mengalami Eutrofikasi. Air diklasifikasikan sebagai eutrofik ketika kadar total fosfor (TP) dalam air berada di antara 35 hingga 100 mikrogram per liter.


Ganggang tersebut dapat berupa lumut yang terlihat atau ganggang uniseluler yang tidak dapat terlihat dengan mata biasa. Ganggang uniseluler biasanya adalah penyebab utama ketidaknyamanan visual saat terjadi Eutrofikasi.


Apa penyebabnya?


Jika dipertimbangkan, apa yang menjadi penyebab Eutrofikasi? Ternyata, penyebabnya adalah karena tindakan manusia.


Penggunaan pestisida dan insektisida oleh petani untuk mencegah kerusakan tanaman akibat serangan hama merupakan faktor utamanya. Setelah penggunaan pestisida, cairan pestisida itu menembus tanah dan mengumpulkan diri sebelum menyalur ke dalam aliran sungai.


Botol bekas yang dibuang dengan sembarangan tidak hanya akan tercemar oleh air hujan dan air, tetapi juga akan tercampur dengan pestisida dan menyebabkan pencemaran. Sebabnya sangat kecil, tetapi apakah konsekuensinya juga kecil?


Apa akibatnya? Berbahayakah bagi ikan?


Eutrofikasi merupakan ancaman serius bagi keberlangsungan ikan dan organisme air tawar lainnya. Mengapa? Karena Eutrofikasi bisa menyebabkan sungai kehilangan kadar oksigen yang cukup, sehingga ketika Eutrofikasi terjadi di perairan tawar, akan terjadi kematian ikan yang mengambang di permukaan dalam waktu singkat.


Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Eutrofikasi sangat berisiko bagi ikan dan makhluk hidup air lain yang tinggal di lingkungan air tersebut. Bayangkan betapa tidak enaknya jika ikan yang hanya ada di Indonesia menghilang karena dampak dari Eutrofikasi. Oleh karena itu, tindakan-tindakan perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya Eutrofikasi.


Bagaimana cara mencegahnya?


Jika kita ingin mencegah ikan endemik Indonesia dari punah akibat fenomena Eutrofikasi, langkah yang perlu diambil sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Lebih baik kita mengurangi penggunaan produk yang mengandung kadar fosfat berlebih.


Selain itu, kita juga perlu mampu memproses limbah sesuai dengan prinsip-prinsip lingkungan hidup, yang berarti sangat peduli terhadap lingkungan. Apabila langkah-langkah ini diimplementasikan, maka kemungkinan fenomena Eutrofikasi dapat diminimalkan.


Semoga dengan memahami fenomena Eutrofikasi, kita dapat terus meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kita. Dengan cara ini, kita dapat menjadi lebih peka terhadap ekosistem yang ada di sekitar lingkungan kita. Jika kamu merasa artikel ini berguna, jangan ragu untuk membagikannya kepada keluarga atau teman-teman kamu.