BENPARK - Saat ditanya jenis kura-kura apa yang kamu pelihara di rumah, apa yang akan kamu jawab? Saat ini, kura-kura memang termasuk salah satu hewan peliharaan yang semakin populer dan banyak diminati.
Bisa jadi kamu juga termasuk orang yang memelihara kura-kura di rumah. Namun, ada hal penting yang perlu diketahui yakni tidak semua jenis kura-kura cocok untuk dipelihara, terutama bagi pemula yang belum punya banyak pengalaman.
Sering kali, orang yang baru mulai tertarik memelihara kura-kura merasa bingung saat harus memilih jenis yang tepat. Wajar saja, karena setiap spesies punya kebutuhan perawatan yang berbeda-beda.
Jadi, terlepas dari faktor harga yang kadang cukup tinggi, jenis kura-kura apa saja yang cocok untuk pemula? Kalau kamu penasaran, simak pembahasannya berikut ini.
1. Kura-kura Brazil
Di posisi pertama ada Kura-kura Brazil, yang memiliki nama latin Trachemys scripta elegans. Jenis ini sering dijuluki sebagai “kura-kura sejuta umat” karena termasuk salah satu kura-kura peliharaan yang paling umum dan populer.
Popularitasnya tentu bukan tanpa alasan. Banyak orang, termasuk pemula, memilih memelihara kura-kura Brazil karena perawatannya relatif mudah. Selain gampang dirawat, harganya yang cukup ramah di kantong juga membuatnya semakin diminati.
Untuk pakan, kura-kura Brazil tergolong tidak terlalu rewel. Kamu bisa memberinya pelet, ikan kecil, potongan udang, hingga variasi makanan lainnya. Dalam hal perawatan, kebutuhan berjemur juga sangat penting, terutama jika dipelihara di dalam ruangan (indoor). Sementara jika dipelihara di luar ruangan (outdoor), cukup sediakan area berjemur agar kura-kura bisa mendapatkan sinar matahari secara alami.
Meski cocok untuk pemula, perawatan yang tepat tetap tidak boleh diabaikan. Selain itu, saat membeli kura-kura Brazil, kamu juga perlu selektif dalam memilih.
Sebaiknya hindari membeli kura-kura Brazil yang masih terlalu kecil atau bayi. Pada usia tersebut, daya tahan tubuhnya masih lemah sehingga risiko kematiannya lebih tinggi. Pilihan yang lebih aman adalah memelihara kura-kura yang sudah memasuki usia remaja atau minimal berukuran sekitar satu jengkal.
2. Kura-kura Ambon
Di urutan kedua ada Kura-kura Ambon yang memiliki nama latin Cuora amboinensis.
Sebagai salah satu spesies kura-kura yang berasal dari Indonesia, tidak mengherankan jika kura-kura ini cukup populer dan banyak dijadikan hewan peliharaan. Selain mudah ditemukan, cara perawatannya juga tergolong sederhana sehingga cocok untuk pemula.
Meski sering direkomendasikan bagi penghobi baru, masih banyak orang yang bingung apakah kura-kura Ambon termasuk kura-kura darat atau kura-kura air. Kebingungan ini wajar karena perilakunya cukup unik, meskipun sering terlihat lebih aktif di area darat, kura-kura ini tetap membutuhkan air sebagai bagian penting dari habitatnya. Karena itu, menyediakan area berair tetap wajib dilakukan.
Untuk urusan pakan, kura-kura Ambon cukup fleksibel. Kamu bisa memberinya jangkrik, udang, ikan kecil, pelet, sayuran, maupun jenis pakan lainnya. Karena termasuk hewan omnivora, kura-kura ini dapat mengonsumsi makanan hewani sekaligus nabati. Hal ini tentu menjadi keuntungan tersendiri karena kamu bisa lebih leluasa mengombinasikan menu daging dan sayuran dalam pola makannya.
3. Razorback Musk Turtle
Di urutan ketiga ada Razorback Musk Turtle dengan nama latin Sternotherus carinatus. Mungkin sebagian dari kamu tidak menyangka bahwa spesies ini termasuk dalam daftar kura-kura yang cocok untuk pemula.
Meski harganya bisa dibilang tidak semurah jenis kura-kura lain, Razorback Musk Turtle sebenarnya cukup mudah dipelihara. Selama perawatannya dilakukan dengan benar, kura-kura ini tidak terlalu sulit untuk dirawat, bahkan oleh penghobi yang baru mulai.
Saat dipelihara di akuarium, kura-kura ini dikenal cukup aktif, terutama di area dasar akuarium. Ia senang menjelajah dan berjalan-jalan di bagian bawah. Selain itu, Razorback Musk Turtle juga cukup responsif terhadap keberadaan makanan, terutama jika ada sisa pakan yang tertinggal.
Untuk makanannya, pilihannya cukup beragam. Kamu bisa memberinya pelet, ikan kecil, hingga potongan udang sebagai variasi pakan harian. Dengan pola makan yang tepat dan lingkungan yang sesuai, kura-kura ini bisa tumbuh sehat dan aktif.
4. Common Snapping Turtle
Di posisi keempat ada Common Snapping Turtle yang memiliki nama latin Chelydra serpentina. Jenis kura-kura ini termasuk semi-akuatik, tetapi dalam kesehariannya lebih banyak menghabiskan waktu di dalam air.
Sama seperti beberapa jenis sebelumnya, Common Snapping Turtle juga dikenal memiliki harga yang cukup tinggi. Karena itu, tidak sedikit calon penghobi yang mempertimbangkan ulang sebelum memutuskan untuk memeliharanya.
Salah satu daya tarik utama kura-kura ini adalah tingkat keaktifannya yang tinggi. Terutama saat berburu makanan, perilakunya bisa menjadi pemandangan yang menarik, khususnya bagi pemula yang belum pernah melihat karakter predator kura-kura secara langsung.
Common Snapping Turtle juga terkenal memiliki nafsu makan yang besar. Bisa dibilang, hampir semua makanan yang cocok untuknya akan dilahap. Bahkan di habitat aslinya, kura-kura ini diketahui dapat memakan bangkai. Untuk pakan harian, kamu bisa memberikan berbagai pilihan seperti pelet, ikan kecil, jangkrik, cacing darah, dan jenis makanan lainnya.
Jika memelihara Common Snapping Turtle yang masih anakan, kombinasi pakan berupa cacing darah dan udang biasanya menjadi pilihan yang baik. Setelah ukurannya bertambah besar, menu makanannya bisa dibuat lebih bervariasi, misalnya dengan tambahan ikan kecil atau pakan berprotein lainnya.
5. African Helmeted Turtle
Di urutan kelima sekaligus terakhir ada African Helmeted Turtle dengan nama latin Pelomedusa subrufa.
Dari sisi pakan, kura-kura yang sering dikenal dengan ekspresi wajah seperti tersenyum ini tergolong mudah dirawat karena tidak pilih-pilih makanan. African Helmeted Turtle dapat mengonsumsi berbagai jenis pakan, mulai dari ikan kecil, siput, daging ayam, potongan udang, hingga pelet.
Untuk perawatannya pun relatif sederhana. Kamu hanya perlu menyiapkan akuarium dengan ketinggian air beberapa sentimeter di atas cangkangnya. Kedalaman seperti ini membuat kura-kura tetap nyaman bergerak sekaligus memudahkannya naik ke permukaan untuk mengambil udara.
Seperti jenis kura-kura semi-akuatik lainnya, African Helmeted Turtle juga membutuhkan waktu berjemur secara rutin. Waktu terbaik untuk menjemurnya adalah pada pagi hari, sekitar pukul 07.00–09.00, dengan durasi sekitar 10 hingga 20 menit.
Itulah 5 jenis kura-kura yang dinilai cukup mudah dipelihara dan cocok untuk pemula, termasuk versi rekomendasi dari BENPARK. Menurutmu bagaimana? Apakah ada jenis kura-kura lain yang menurutmu juga cocok untuk penghobi pemula? Semoga informasi ini bermanfaat.





