• Jelajahi

    Copyright © BENPARK - Referensi Kura-Kura, Filtrasi, Penyakit Serta Bisnis Ikan Hias
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    7 Kura-Kura Asli Indonesia yang Unik dan Jarang Diketahui

    7/05/2026, 18:43 WIB Last Updated 2026-07-05T11:49:47Z

    BENPARK - Kita patut bersyukur dan bangga atas kelimpahan kekayaan alam yang membentang di seluruh penjuru Nusantara. Dari sekian banyak keanekaragaman fauna yang ada, kelompok kura-kura menjadi salah satu kekayaan yang sangat istimewa di Indonesia.


    Indonesia sendiri dikenal sebagai rumah yang sangat nyaman bagi berbagai spesies kura-kura. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab kondisi alam kita sangat ideal untuk mendukung siklus hidup mereka. Habitat alami seperti aliran sungai, danau, kawasan rawa, rimbunnya hutan, hingga ekosistem bakau tersedia dengan sempurna.


    Kondisi lingkungan yang komplet ini bisa dibilang sebagai surga bagi kelangsungan hidup satwa bercangkang tersebut. Semua kebutuhan utama mereka yakni mulai dari ketersediaan pangan, tingkat kelembapan, hingga suhu lingkungan yang sejuk sangat sesuai dengan karakteristik kura-kura.


    Meski jenis kura-kura asli tanah air sangatlah melimpah, kali ini BENPARK telah merangkum 7 jenis kura-kura paling unik yang wajib kamu ketahui. Ingin tahu apa saja daftarnya? Mari kita bahas bersama-sama di bawah ini!


    1. Kura-kura Ambon

    Kura-Kura Asli Indonesia Unik

    Posisi pertama ditempati oleh kura-kura Ambon, salah satu spesies yang tentu sudah sangat akrab di telinga para pencinta reptil. Satwa ini sangat mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang relatif terjangkau, sehingga bisa dipelihara oleh semua kalangan masyarakat.


    Reptil dengan nama ilmiah Cuora amboinensis ini juga populer dengan sebutan kura-kura batok atau kura-kura sawah. Ketika tumbuh dewasa, ukuran karapasnya (tempurung atas) bisa mencapai panjang sekitar 25 sentimeter.


    Di alam liar, wilayah persebaran kura-kura ini meliputi beberapa pulau besar di Nusantara, seperti Sumatra, Jawa, hingga Sulawesi. Dari segi perilaku, Cuora amboinensis merupakan hewan semi-akuatik. Artinya, mereka menghabiskan sebagian waktunya di dalam air untuk beraktivitas, tetapi juga sering naik ke daratan kering untuk berjemur di bawah sinar matahari.


    2. Kura-kura Forsteni

    Kura-Kura Asli Indonesia Unik

    Urutan kedua diisi oleh kura-kura Forsteni. Tidak seperti spesies sebelumnya, reptil ini tergolong eksklusif dan jarang dimiliki oleh sembarang hobiis karena harganya yang cukup tinggi dan menguras kantong.


    Satwa bercangkang dengan nama ilmiah Indotestudo forstenii ini merupakan fauna endemik asli Pulau Sulawesi. Artinya, habitat alami kura-kura ini di seluruh dunia memang hanya bisa ditemukan di daratan Sulawesi saja.


    Saat mencapai usia dewasa, panjang karapas kura-kura Forsteni berkisar antara 18 hingga 25 sentimeter. Selain memiliki ukuran tubuh yang lumayan besar, kura-kura ini dikenal memiliki sistem imun dan daya tahan tubuh yang sangat tangguh. Di habitat aslinya, mereka sangat gemar menempati area-area dengan tingkat kelembapan yang tinggi.


    3. Kura-kura Hutan Sulawesi (Yuwonoi)

    Kura-Kura Asli Indonesia Unik

    Selanjutnya di peringkat ketiga adalah kura-kura Hutan Sulawesi, atau yang lebih populer dikenal sebagai kura-kura Yuwonoi. Spesies bertempurung unik ini mengusung nama ilmiah Leucocephalon yuwonoi.


    Daya tarik utama dari kura-kura Yuwonoi terletak pada anatomi kepalanya yang sangat tidak biasa. Jika diperhatikan, bagian paruh atasnya melengkung tajam ke bawah dengan ujung mulut yang meruncing. Bentuk visual ini membuatnya terlihat sangat mirip dengan paruh burung betet, sebuah keunikan fisik yang jarang dijumpai pada spesies kura-kura lain.


    Dalam hal wilayah sebaran, reptil ini memiliki habitat yang sangat terbatas. Leucocephalon yuwonoi merupakan fauna endemik asli Pulau Sulawesi, Indonesia. Keberadaannya di alam liar sama sekali tidak dapat ditemukan di belahan bumi lain, menjadikannya salah satu aset keanekaragaman hayati yang sangat berharga dan membanggakan bagi bangsa Indonesia.


    4. Kura-kura Moncong Babi (Monbi)

    Kura-Kura Asli Indonesia Unik

    Memasuki urutan keempat, kita akan membahas kura-kura Moncong Babi. Satwa ini juga kerap dijuluki sebagai labi-labi moncong babi oleh sebagian orang. Perbedaan penyebaran nama ini tidak menjadi masalah karena keduanya tetap merujuk pada spesies yang sama, yaitu Carettochelys insculpta. Secara anatomi, kura-kura ini memang memiliki kemiripan struktur tubuh dengan karakteristik labi-labi (bulus).


    Di kalangan pencinta reptil, spesies ini menjadi salah satu primadona yang paling diburu. Meski banderol harganya relatif menguras kantong dan membuat calon pembeli berpikir ulang, antusiasme pehobi tidak pernah surut. Banyak orang tetap terpikat untuk memeliharanya karena daya tarik fisiknya yang sangat menggemaskan dan tidak biasa.


    Sesuai namanya, keunikan utama reptil yang akrab disapa "Monbi" ini terletak pada bentuk hidungnya yang sangat menyerupai hidung babi. Selain itu, sepasang kaki depannya berevolusi menjadi bentuk pipih seperti dayung, mirip dengan struktur kaki penyu laut.


    Dari segi habitat asli, kura-kura Moncong Babi memiliki wilayah persebaran yang cukup spesifik. Populasi alaminya dapat ditemukan di sepanjang aliran sungai bagian selatan Pulau Papua, dan jangkauannya meluas hingga ke wilayah Queensland bagian utara, Australia.


    5. Kura-kura Matahari

    Kura-Kura Asli Indonesia Unik

    Menempati urutan kelima adalah kura-kura Matahari. Berbeda dengan beberapa jenis sebelumnya yang sangat langka, spesies satu ini tergolong lebih familier (mainstream) dan relatif mudah dijumpai di berbagai toko hewan peliharaan.


    Satwa dengan nama ilmiah Heosemys spinosa ini juga populer dengan sebutan kura-kura duri. Julukan tersebut disematkan karena pinggiran tempurungnya (karapas) dikelilingi oleh gerigi tajam yang menyerupai duri. Saat tumbuh dewasa, reptil semi-akuatik ini mampu mencapai panjang tubuh sekitar 18 hingga 22 sentimeter dengan bobot berkisar antara 1 hingga 2 kilogram.


    Di Indonesia, wilayah persebaran alami kura-kura Matahari meliputi Pulau Sumatra dan Kalimantan. Selain di dua pulau besar tersebut, populasinya juga menyebar ke pulau-pulau kecil di sekitarnya, mulai dari Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kepulauan Natuna, hingga wilayah Nias.


    Untuk habitatnya, Heosemys spinosa sangat menyukai ekosistem sungai kecil yang dangkal di dalam kawasan hutan hujan tropis. Mereka umumnya menghuni kawasan dataran rendah hingga daerah perbukitan dengan ketinggian maksimum sekitar 900 meter di atas permukaan laut (dpl).


    6. Kura-kura Tuntong Laut

    Kura-Kura Asli Indonesia Unik

    Pada urutan keenam, kita berkenalan dengan kura-kura Tuntong Laut. Bagi sebagian orang, nama reptil ini mungkin terdengar asing atau bahkan baru pertama kali mendengarnya karena populasinya yang tidak sepopuler kura-kura hias biasa.


    Spesies yang menyandang nama ilmiah Batagur borneoensis ini memiliki kebiasaan hidup yang unik, di mana mereka lebih banyak menghabiskan waktu di ekosistem air payau. Habitat alaminya meliputi kawasan hutan bakau (mangrove), muara anak sungai, serta area pesisir lain yang masih sangat dipengaruhi oleh siklus pasang surut air laut.


    Dari segi fisik, Tuntong Laut tergolong sebagai salah satu spesies kura-kura berukuran jumbo. Panjang karapasnya saat dewasa bisa mencapai 60 sentimeter. Ciri khas visual yang paling mencolok dan menjadi pembeda utama dari satwa ini adalah corak warna putih terang di bagian kepala yang dipadukan dengan garis vertikal berwarna merah cerah.


    Menariknya, Batagur borneoensis memiliki beragam julukan lokal di berbagai daerah di Indonesia. Masyarakat Sumatra mengenalnya dengan sebutan Beluku, Tuntong Semangka, atau Tuntung. Sementara itu, warga Kalimantan Timur sering memanggilnya Tum-Tum, dan penduduk Kalimantan Barat menjulukinya sebagai kura-kura Jidat Merah karena corak kepalanya yang khas.


    7. Kura-kura Leher Ular Pulau Rote

    Kura-Kura Asli Indonesia Unik

    Sebagai penutup di urutan ketujuh, ada kura-kura Leher Ular yang menyandang nama ilmiah Chelodina mccordi. Spesies ini cukup populer di dunia reptil karena tampilannya yang eksentrik. Kendati demikian, jarang ada hobiis yang memeliharanya lantaran satwa ini memiliki sifat yang cukup agresif dan membutuhkan penanganan khusus.


    Sesuai dengan sebutan lengkapnya, kura-kura Leher Ular Rote merupakan satwa endemik asli dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Keberadaannya di alam liar sangat terbatas dan tidak dapat ditemukan di wilayah lain.


    Berbeda dari rumpun kura-kura pada umumnya, satwa ini dianugerahi leher yang sangat panjang dan fleksibel menyerupai tubuh ular. Karena anatomi lehernya yang ekstrem tersebut, mereka tidak memiliki kemampuan untuk menarik kepalanya lurus ke dalam tempurung saat merasa terancam, melainkan harus melipatnya ke samping.


    Nah, itulah daftar 7 jenis kura-kura unik yang mendiami wilayah Indonesia. Meski Nusantara masih menyimpan segudang spesies reptil lainnya, BENPARK merangkum varietas di atas karena karakteristiknya yang paling ikonis serta populer. Semoga ulasan ini menambah wawasan kita semua.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Bisnis

    +