BENPARK - Pernah dengar tentang "kura-kura iblis"? Kedengarannya seram, tapi hewan ini nyata! Kenalkan, namanya Southern River Terrapin.
Di Indonesia, satwa unik ini juga populer dengan sebutan Byuku atau Tuntong Sungai. Julukan "iblis" melekat padanya bukan tanpa alasan, melainkan karena rupa wajahnya yang dinilai mistis dan sangar.
Mau tahu lebih banyak tentang rahasia dan fakta unik reptil satu ini? Yuk, bongkar profil lengkapnya di bawah.
Klasifikasi Ilmiah
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Ordo : Testudines
Subordo : Cryptodira
Famili : Geoemydidae
Genus : Batagur
Spesies : B. affinis
Nama Latin/Ilmiah : Battagur affinis
Bentuk Fisik
Menilik penampilannya yang dijuluki "kura-kura iblis", anatomi fisik Southern River Terrapin ini memang sangat unik. Ciri khas utamanya ada pada moncongnya yang agak mancung ke atas, dengan lubang hidung yang berada tepat di ujung.
Jika mengintip bagian mulutnya, rahang atas reptil ini dipenuhi deretan gerigi tajam. Kepalanya pun diselimuti oleh sisik-sisik halus berukuran mini. Berbeda dengan kura-kura lain, tempurung punggungnya sama sekali tidak menonjol (tanpa lunas) dan memiliki tekstur yang sangat licin.
Warnanya bervariasi dari abu-abu, cokelat kehijauan, hingga hitam pekat. Soal dimensi tubuh, satwa ini tergolong raksasa di kelasnya karena panjang kerapas (tempurung atas) bisa menyentuh angka 70 cm! Cukup intimidatif, bukan?
Penyebaran wilayah
Dari segi asal-usul, kura-kura berwajah sangar ini merupakan bagian dari genus Batagur yang endemik di kawasan Asia Tenggara. Wilayah jelajahnya tersebar secara terbatas di beberapa negara jiran, mulai dari perairan Indonesia (khususnya Sumatra), Malaysia, hingga Kamboja.
Makanan
Laporan resmi dari lembaga riset Conservation Biology of Freshwater Turtles and Tortoises mengungkapkan bahwa di habitat aslinya, kura-kura berwajah seram ini tergolong omnivora oportunis.
Artinya, mereka akan melahap apa saja yang tersedia di alam liar. Meski begitu, porsi terbesar dari menu harian mereka tetaplah tumbuh-tumbuhan air dan buah-buahan yang jatuh ke sungai.
Menariknya, uji coba pemberian pakan di pusat penangkaran justru membuahkan hasil yang mengejutkan. Riset menunjukkan bahwa laju pertumbuhan satwa langka ini bisa digenjot secara signifikan melalui kombinasi menu khusus.
Pemberian variasi pakan seperti ikan segar, kangkung (bayam air), serta pelet komersial untuk ikan Nila terbukti memberikan performa tumbuh-kembang yang sangat optimal bagi anakan kura-kura ini.
Habitat & Karakteristik
Rumah utama kura-kura berwajah sangar ini berada di kawasan perairan payau dan rimbunnya ekosistem hutan mangrove. Uniknya, meski bertubuh besar, Southern River Terrapin lebih senang menghabiskan waktunya di dalam air dan sangat jarang menampakkan diri di daratan kering.
Namun, saat musim bertelur tiba, satwa ini akan bermigrasi mencari tepian sungai yang airnya lebih tawar atau mencari gundukan pasir yang bersih di sekitar area bakau untuk membangun sarang masa depan anak-anaknya.
Temperamen
Karakter asli dari Southern River Terrapin sebenarnya masih menyimpan banyak misteri dan sulit ditebak secara pasti. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sangat disarankan untuk tidak menyatukannya dengan jenis ikan yang lamban.
Ada kekhawatiran kura-kura berwajah seram ini akan melancarkan serangan mendadak. Jika kamu ingin memberi mereka teman satu wadah (tankmate), pilihlah ikan yang punya mobilitas tinggi seperti ikan Nila. Pergerakannya yang super gesit akan meminimalisir risiko mereka berakhir menjadi mangsa kura-kura ini.
Catatan khusus
Berdasarkan data resmi dari IUCN Red List, Southern River Terrapin (kura-kura Batagur) kini menyandang status Critically Endangered atau sangat kritis terancam punah.
Menanggapi situasi darurat ini, Malaysia mengambil langkah progresif dengan menyisir area bantaran sungai tempat satwa ini bertelur demi memetakan segala potensi ancaman, baik faktor predator alam maupun aktivitas merusak dari manusia.
Guna mendongkrak angka kelulusan hidup reptil ini, mereka memberikan proteksi ketat pada area sekitar sarang alami di habitatnya. Tidak berhenti di situ, otoritas setempat juga mendirikan pusat penangkaran khusus bagi kura-kura genus Batagur.
Di fasilitas konservasi ini, telur-telur yang diselamatkan akan ditetaskan, lalu anakannya dibesarkan dengan perawatan optimal hingga mereka dinilai cukup tangguh untuk dilepasliarkan kembali ke alam bebas.



