BENPARK - Sungai Yangtze merupakan sungai terpanjang di Cina sekaligus di Asia. Sungai yang satu ini memiliki panjang mencapai 6.300 km. Wah, panjang sekali, bukan?
Dengan wilayah perairan yang begitu luas, Sungai Yangtze menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan dengan karakteristik yang beragam. Beberapa di antaranya bahkan memiliki bentuk tubuh yang unik dan ukuran yang cukup besar.
Namun, ada satu jenis ikan yang tidak akan kita bahas dalam daftar ini, yaitu Chinese Paddlefish. Ikan tersebut telah dinyatakan punah sejak tahun 2020, sehingga tidak lagi dimasukkan ke dalam daftar ikan yang akan kita ulas.
Lantas, ikan apa saja yang hidup di Sungai Yangtze, Cina? Apakah ada spesies dengan penampilan yang tak biasa? Daripada penasaran, yuk, kenali sembilan jenis ikan yang menarik untuk dibahas berikut ini.
1. Chinese Stugeon
Di urutan pertama, ada Chinese Sturgeon, ikan yang penampilannya seolah membawa kita kembali ke zaman prasejarah. Bentuk tubuhnya yang tidak biasa membuat ikan ini terlihat begitu unik.
Sekilas, Chinese Sturgeon memang memiliki kemiripan dengan hiu. Ikan ini mempunyai sirip dada berukuran besar, moncong membulat, serta tonjolan pada bagian punggung yang memanjang di sepanjang tubuhnya hingga mendekati panggul.
Ikan dengan nama ilmiah Acipenser sinensis ini termasuk karnivora yang menjadikan berbagai hewan kecil sebagai sumber makanan. Meski tergolong predator, Chinese Sturgeon tidak mengandalkan cara berburu dengan merobek-robek mangsanya. Sebaliknya, ikan ini cenderung menelan makanannya secara langsung.
Menu makanannya cukup beragam, mulai dari ikan kecil, udang, serangga, larva, hingga bahan organik yang ditemukan di habitatnya.
Hal yang paling mencengangkan adalah ukurannya. Chinese Sturgeon dapat tumbuh hingga mencapai panjang sekitar 4 meter atau 400 cm. Bayangkan betapa besarnya ikan ini ketika sudah dewasa! Tak heran jika Chinese Sturgeon menjadi salah satu ikan Sungai Yangtze yang menarik untuk dikenali.
2. Bambusa
Selanjutnya, di urutan kedua, ada ikan Bambusa yang memiliki penampilan cukup garang. Bentuk tubuhnya yang khas membuat ikan ini menarik untuk dibahas.
Ikan Bambusa mempunyai tubuh panjang dengan bentuk yang relatif pipih jika dilihat dari samping. Sementara itu, bagian kepalanya sekilas mengingatkan kita pada ikan salmon. Meski penampilannya terlihat cukup unik, jangan buru-buru menganggap ikan ini tidak berbahaya bagi ikan lain.
Pasalnya, Bambusa merupakan predator yang memangsa ikan-ikan berukuran lebih kecil. Ikan dengan nama ilmiah Elopichthys bambusa ini dikenal sebagai pemburu yang gesit di perairan Sungai Yangtze. Berbekal tubuhnya yang panjang dan kemampuan bergerak dengan cepat, Bambusa dapat mengejar mangsanya dengan cukup efektif.
Urusan ukuran pun tak kalah mengesankan. Ikan Bambusa bisa tumbuh hingga mencapai panjang sekitar 2 meter. Coba bayangkan ikan sepanjang itu di hadapanmu! Mengangkatnya saja mungkin membutuhkan tenaga ekstra, apalagi jika harus memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain.
3. Common Carp
Beranjak ke urutan ketiga, kali ini ada Common Carp, ikan yang bisa dibilang cukup populer. Keberadaannya bahkan bisa ditemukan di berbagai perairan, termasuk Sungai Yangtze di Cina.
Ikan yang memiliki nama ilmiah Cyprinus carpio ini dikenal dengan bentuk tubuhnya yang cenderung berisi. Warna sisiknya pun cukup beragam, mulai dari emas, kuning, hingga cokelat. Ada juga yang memiliki perpaduan beberapa warna tersebut sehingga tampilannya terlihat semakin menarik.
Kalau diperhatikan, mulut Common Carp mengarah ke bawah. Bentuk mulut seperti ini membantunya mencari makanan di dasar perairan. Salah satu sumber makanannya adalah tumbuhan air yang tumbuh di habitatnya.
Namun, jangan salah sangka! Common Carp bukan hanya pemakan tumbuhan. Ikan ini juga menyantap berbagai jenis hewan kecil, seperti cacing, serangga, dan krustasea. Dengan pilihan makanan yang cukup beragam, ikan ini bisa beradaptasi dengan sumber makanan yang tersedia di lingkungannya.
Soal ukuran, Common Carp juga tak bisa dianggap remeh. Ikan ini dapat tumbuh hingga sekitar 120 cm atau 1,2 meter. Dengan ukuran sebesar itu, wajar saja jika kebutuhan makannya cukup banyak. Meski terlihat biasa dibandingkan ikan lain di Sungai Yangtze, Common Carp tetap menarik untuk dikenali lebih jauh.
4. Grass Carp
Berikutnya, di posisi keempat, ada Grass Carp, ikan yang sekilas memiliki bentuk tubuh mirip dengan Common Carp yang sudah kita bahas sebelumnya. Meski terlihat serupa, ikan ini tetap mempunyai sejumlah ciri khas yang membuatnya berbeda.
Grass Carp memiliki tubuh memanjang dengan sisik berukuran cukup besar. Bagian kepalanya juga terlihat unik karena tidak memiliki sungut seperti yang ditemukan pada beberapa jenis ikan karper lainnya.
Dari segi warna, tubuh Grass Carp cenderung berwarna hijau zaitun dengan bagian perut yang lebih terang. Penampilannya pun tidak terlalu mencolok jika dibandingkan dengan ikan karper yang memiliki warna keemasan. Selain itu, ikan ini tidak mempunyai duri keras pada sirip punggung dan sirip duburnya, sehingga menjadi salah satu ciri yang membedakannya dari beberapa kerabatnya.
Lalu, apa saja yang menjadi santapan ikan ini? Grass Carp dikenal sangat menyukai tumbuhan air sebagai makanan utamanya. Meski begitu, ikan ini juga bisa memakan organisme kecil lainnya dalam kondisi tertentu. Oleh karena itu, pola makannya dapat mencakup lebih dari satu jenis sumber makanan, meskipun tumbuhan tetap menjadi menu favoritnya.
Ikan yang memiliki nama ilmiah Ctenopharyngodon idella ini juga punya ukuran tubuh yang mengesankan. Grass Carp dapat tumbuh hingga sekitar 1,4 meter. Bayangkan saja, panjang tubuhnya bisa melebihi tinggi sebagian anak-anak! Tidak heran jika ikan yang satu ini cukup menarik untuk dibahas sebagai penghuni Sungai Yangtze.
5. Silver Carp
Selanjutnya, kita beralih ke urutan kelima, yaitu Silver Carp. Jika dilihat sekilas, ikan ini memang memiliki kemiripan dengan beberapa jenis ikan karper yang sudah dibahas sebelumnya. Namun, ada sejumlah ciri khas yang membuat penampilannya berbeda.
Salah satu hal yang paling mencolok adalah ukuran kepalanya yang relatif besar dibandingkan tubuhnya. Bentuk tubuh Silver Carp juga tampak pipih dari sisi samping, sehingga memberikan kesan unik ketika berenang di dalam air.
Sesuai dengan namanya, ikan ini memiliki warna tubuh keperakan yang menjadi ciri khasnya. Saat masih muda, bagian punggungnya terkadang terlihat kehijauan. Namun, warna tersebut cenderung memudar seiring pertumbuhannya hingga penampilan peraknya semakin dominan.
Ada fakta menarik lainnya tentang ikan dengan nama ilmiah Hypophthalmichthys molitrix ini. Silver Carp tidak memiliki lambung sejati seperti yang dimiliki banyak jenis ikan lainnya. Karena itu, sistem pencernaannya memiliki cara kerja yang berbeda dalam memproses makanan.
Di Sungai Yangtze, Silver Carp dikenal sebagai pemakan fitoplankton, yaitu organisme mikroskopis yang melayang di perairan. Makanan tersebut disaring dari air menggunakan struktur khusus pada insangnya.
Urusan ukuran juga tidak kalah mengesankan. Silver Carp dapat tumbuh hingga sekitar 140 cm atau 1,4 meter. Dengan panjang tubuh seperti itu, ikan yang sekilas tampak sederhana ini ternyata bisa tumbuh menjadi penghuni sungai berukuran besar.
6. Silurid Catfish
Memasuki urutan keenam, ada Silurid Catfish, kelompok ikan lele yang menarik untuk dibahas. Namun, perlu diketahui bahwa Silurid Catfish bukanlah nama satu spesies tertentu, melainkan sebutan untuk famili ikan yang dikenal sebagai Siluridae.Secara umum, ikan dalam famili Siluridae memiliki tubuh memanjang dengan bentuk yang relatif pipih. Penampilannya mungkin terlihat sedikit berbeda dari ikan pada umumnya. Jadi, kalau kamu melihat ikan ini dengan tubuh yang tampak ramping, jangan buru-buru menganggapnya kurus, ya! Bentuk tersebut memang menjadi salah satu karakteristik tubuhnya.
Di balik penampilannya yang khas, Silurid Catfish juga dikenal sebagai kelompok ikan predator. Mereka cenderung oportunistis dalam mencari makanan, artinya akan memanfaatkan mangsa yang tersedia dan sesuai dengan kemampuannya. Makanan mereka dapat mencakup ikan kecil hingga berbagai hewan air lainnya.
Nah, bagian yang paling mengejutkan adalah ukurannya. Karena Silurid Catfish mencakup banyak spesies, panjang tubuhnya sangat bervariasi. Beberapa spesies berukuran relatif kecil, sedangkan jenis tertentu dapat tumbuh hingga sekitar 4,6 meter.
Bayangkan jika kamu bertemu dengan ikan lele sepanjang itu! Ukurannya tentu jauh berbeda dari ikan lele yang biasa dijumpai di kolam. Jadi, meskipun tubuhnya terlihat ramping dan pipih, jangan pernah meremehkan kemampuan maupun ukuran beberapa anggota famili Siluridae ini.
7. Bighead Carp
Berlanjut ke urutan ketujuh, kali ini ada Bighead Carp, ikan yang penampilannya sekilas mirip dengan Silver Carp. Meski keduanya terlihat serupa, Bighead Carp punya ciri khas yang cukup mudah dikenali, terutama dari bentuk kepalanya yang besar.
Sesuai dengan namanya, kata bighead berarti berkepala besar. Ukuran kepalanya memang tampak menonjol dibandingkan bagian tubuh lainnya. Hal inilah yang membuat penampilan ikan ini terlihat unik di antara penghuni Sungai Yangtze lainnya.
Kalau diperhatikan lebih dekat, tubuh Bighead Carp memiliki perpaduan warna yang menarik. Bagian atasnya cenderung berwarna abu-abu, sedangkan bagian bawah tubuhnya tampak lebih terang dengan rona krem. Tak hanya itu, terdapat pula bercak-bercak hitam dengan pola tidak beraturan di bagian tubuh belakangnya.
Ikan yang memiliki nama ilmiah Hypophthalmichthys nobilis ini juga mempunyai kebiasaan makan yang cukup berbeda dari ikan predator. Bighead Carp mengandalkan plankton sebagai sumber makanan utamanya, terutama zooplankton. Ikan ini menyaring organisme kecil dari air menggunakan struktur penyaring pada insangnya. Selain itu, detritus atau sisa-sisa bahan organik juga dapat ikut tertelan saat mencari makan.
Menariknya, meskipun makanannya berukuran sangat kecil, tubuh Bighead Carp justru bisa tumbuh sangat besar. Ikan ini dapat mencapai panjang sekitar 146 cm atau hampir 1,5 meter!
Fakta tersebut membuktikan bahwa ikan pemakan plankton pun bisa memiliki ukuran tubuh yang luar biasa. Jadi, jangan menilai ukuran seekor ikan hanya berdasarkan jenis makanan yang dikonsumsinya, ya.
8. Anchovy
Berbeda dari ikan-ikan sebelumnya yang memiliki tubuh besar, di urutan kedelapan kita akan membahas Anchovy. Ikan yang satu ini justru terkenal karena ukurannya yang mungil. Jika dibandingkan dengan beberapa penghuni Sungai Yangtze yang sudah kita bahas, Anchovy tentu terlihat jauh lebih kecil.
Panjangnya saja hanya mencapai sekitar 20 cm. Dengan ukuran tubuh yang relatif mungil, Anchovy memiliki kebiasaan makan yang berbeda dari ikan-ikan berukuran besar. Meski begitu, bukan berarti ikan ini tidak memiliki peran penting dalam rantai makanan di perairan.
Anchovy umumnya memakan plankton serta larva ikan yang baru menetas. Karena mengonsumsi hewan-hewan kecil sebagai bagian dari makanannya, ikan ini dapat menunjukkan perilaku makan karnivora, meskipun pola makannya juga bergantung pada jenis dan ketersediaan makanan di habitatnya.
Dari segi penampilan, Anchovy memiliki tubuh yang cukup menarik. Warnanya cenderung kehijauan dengan kilau kebiruan yang terlihat ketika terkena cahaya. Selain itu, terdapat garis memanjang berwarna perak di sepanjang sisi tubuhnya, mulai dari area dekat pangkal ekor. Perpaduan warna tersebut membuat tubuhnya tampak berkilau saat berenang di dalam air.
Walaupun ukurannya tidak seberapa dibandingkan ikan-ikan besar lainnya, Anchovy tetap memiliki keunikan tersendiri. Ikan kecil ini menjadi pengingat bahwa penghuni sungai tidak selalu harus berukuran jumbo untuk menarik perhatian
9. Chinese High-fin Banded Shark
Sebagai penutup daftar ini, di urutan kesembilan ada Chinese High Fin Banded Shark, ikan unik yang sering disingkat menjadi CHF. Namanya memang terdengar seperti hiu, tetapi ikan ini sebenarnya termasuk keluarga ikan sucker yang berasal dari perairan Cina.
Dari segi penampilan, CHF memiliki tubuh berwarna cokelat dengan tiga pita gelap yang melintang secara miring. Corak tersebut membuat tampilannya terlihat khas dan mudah dibedakan dari beberapa jenis ikan lainnya. Meski warna tubuhnya cenderung gelap, ikan ini justru cukup populer di kalangan pencinta ikan hias, termasuk mereka yang menyukai ikan dengan penampilan eksotis.
Lalu, apa saja makanan ikan ini? Ternyata, menu makannya cukup beragam. Chinese High Fin Banded Shark dapat mengonsumsi alga, cacing darah, serta berbagai organisme kecil lainnya. Karena memanfaatkan sumber makanan dari tumbuhan maupun hewan, ikan dengan nama ilmiah Myxocyprinus asiaticus ini tergolong omnivora atau pemakan segala.
Namun, daya tarik CHF bukan hanya terletak pada warna dan pola tubuhnya. Ukurannya juga patut diperhitungkan! Ikan ini dapat tumbuh hingga sekitar 1,35 meter atau 135 cm ketika dewasa.
Bayangkan saja, ikan yang awalnya terlihat unik dan menarik sebagai ikan hias ini ternyata bisa tumbuh hingga lebih dari satu meter. Ukuran tersebut tentu sangat mengesankan! Jadi, Chinese High Fin Banded Shark menjadi penutup yang menarik dalam daftar ikan penghuni Sungai Yangtze, Cina.








